Seorang analis dari ARK Invest, Lorenzo Valente, menyebut industri kripto tengah memasuki fase konsolidasi terbesar yang pernah terjadi, seiring pendapatan yang semakin terpusat pada segelintir protokol dominan.
Dalam unggahan di X, 28 Juli 2026, Valente mengatakan investor kini semakin selektif, membuat proyek dan exchange kripto yang tidak punya kesesuaian produk-pasar (product-market fit) yang kuat semakin sulit menarik modal.
“Saya percaya kripto sedang melewati fase konsolidasi terbesar sepanjang sejarahnya, jauh lebih mendalam dibandingkan bear market-bear market sebelumnya. Struktur pasar telah berubah. Modal kini jauh lebih selektif, dan tim-tim serta exchange yang tidak punya product-market fit (PMF) nyata mulai berguguran,” ujar Valente.
Menurutnya, seiring proyek-proyek yang lemah berjuang bertahan atau akhirnya tutup, pendapatan industri justru semakin terkonsentrasi pada sejumlah kecil protokol dominan.
BACA JUGA: Exchange Kripto Alami Outflow Sepanjang Juli 2026, Binance Catat Arus Keluar Terbesar
Tiga Protokol Kuasai Hampir 80% Pendapatan Aplikasi Kripto
Sebagai bukti, Valente menyebutkan bahwa exchange perpetual futures Hyperliquid dan launchpad meme coin Pump.fun bersama-sama menguasai sekitar 67% dari total pendapatan aplikasi kripto. Jika ditambah dengan protokol dolar sintetis Ethena, gabungan pangsa tiga besar ini naik menjadi hampir 80% — yang menurutnya menandakan tingkat konsentrasi pendapatan tertinggi sepanjang sejarah sektor ini.
“Konsentrasi pendapatan kini berada di titik tertinggi sepanjang masa di hampir setiap lapisan — aplikasi, middleware, L1, dan seterusnya: @HyperliquidX dan @Pumpfun menguasai 67% dari total pendapatan aplikasi. Tambahkan @ethena, dan tiga besar ini menghasilkan hampir 80%,” kata dia.
Valente memperkirakan tren ini akan semakin cepat dalam beberapa bulan ke depan, memicu lebih banyak merger dan akuisisi, kebangkrutan (Chapter 11), penutupan proyek, hingga akuisisi tim (acqui-hire). Meski begitu, ia menggambarkan gelombang konsolidasi ini sebagai hal yang “sangat bullish” bagi industri kripto secara keseluruhan.
Penutupan Exchange Perkuat Narasi Konsolidasi
Komentar ini muncul di tengah gelombang pengumuman penutupan operasional dari beberapa exchange kripto belakangan ini, yang menegaskan tekanan besar yang sedang melanda sebagian industri.
Pekan lalu, BitMEX mengumumkan akan menutup exchange-nya pada September mendatang, menyusul tinjauan strategis oleh pemiliknya, HDR Global Trading. Exchange ini sebelumnya telah mempercepat proses delisting sejumlah pasangan trading dan kontrak derivatif, dengan alasan minat trading yang tidak lagi mencukupi.
Beberapa hari berselang, BitMart turut mengumumkan akan menghentikan layanan trading pada 26 Agustus, sebelum sepenuhnya menutup operasionalnya pada Januari 2027. Exchange ini menyebut keputusan tersebut diambil setelah meninjau kondisi operasional, lingkungan pasar, dan arah strategi ke depan.
Konsolidasi juga terjadi lewat jalur akuisisi. Awal bulan ini, Bybit meluncurkan exchange yang dioperasikan secara lokal di Indonesia, setelah mengakuisisi saham mayoritas perusahaan aset digital lokal, NOBI — memperluas kehadiran mereka di salah satu pasar kripto terbesar di Asia.


