Portalkripto.com — Platform Web3 yang bermain di bidang musik dan tiket pertunjukan, YellowHeart, merilis NFT Musik Streaming Player.
Layanan baru ini memperdalam utilitas YelloHeart di industri NFT, setelah sebelumnya merilis album dan tiket NFT Kings of Leon pada 2021. Sejak itu, blockchain yang dikembangkan di New York City ini bekerja dengan sejumlah pemusik terkenal seperti Maroon 5, Julian Lennon, Zhu, dan Jerry Garcia.
Dengan merilis NFT Musik Streaming Player, YellowHeart berharap akan mendorong adopsi massal format musik baru.
Keputusan YellowHeart untuk membuat streaming player adalah untuk mengakomodasi meningkatnya artis yang merilis lagu sebagai NFT atau koleksi digital. Dengan cara ini, maka sebagian besar keuntungan akan dikembalikan ke kantong artis.
Anda Juga Bisa Baca Artikel Lain
Kabar Terra Luna Classic (LUNC) dan Do Kwon Setelah 4 Bulan Fork
ADA dan AXS Mencuri Panggung Saat Bitcoin Lesu
Namun, inovasi YellowHeart tersebut masih belum sempurna. Ada sebagian penggemarnya yang skeptis tentang industri musik NFT. Misalnya streaming player YellowHeart tidak dapat melakukan streaming lagu dan album NFT secara berturut-turut. Beda halnya dengan streaming musik populer saat ini seperti Spotify atau Apple Music.
Meski masih ada kekurangan, di sisi lain YellowHeart mengklaim memiliki keunggulan yang tidak dimiliki platform streaming lainnya.
Yellowheart menyatakan bahwa Spotify dan Apple Music memberikan royalti sekitar 0,003 hingga 0,005 sen per-stream. Sedangkan streaming NFT YellowHeart memberikan royalti yang lebih besar, meski tidak dijelaskan berapa angkanya.
Keunggulan lainnya, pengguna YellowHeart memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terhubung dengan artis idolnya. Mereka juga mendapatkan privillage untuk memperoleh tiket konser, piringan hitam, dan merchandise menarik.
Saingan Berat
Pendiri dan CEO YellowHeart, Josh Katz, menceritakan mulai mengerjakan streaming ciptaaanya itu sebelum pandemi.
“Ketika kami sedang membangun proyek ini di backend, fokus utama kami adalah mendidik artis dan pelaku industri musik bahwa musik NFT yang transformatif dapat digunakan untuk ruang yang lebih besar,” katanya.
Katz menjelaskan lebih lanjut, sejak membuat terobosan di tahun 2021 dan merilis album serta tiket NFT pertama, salah satu hambatan terbesar adalah bagaimana membuat konten NFT ini mudah dicerna oleh penggemar.
Dia sadar tidak mudah baginya untuk merebut atau mendapatkan pangsa pasar karena sudah ada platform besar lainnya yang lebih dulu eksis.
“Harapan kami adalah ini akan terus mendorong adopsi massal sehingga kami dapat menggabungkan format musik lama dan baru yang terbaik dengan dunia NFT,” pungkasnya.


