📌 Ringkasan Berita Bitcoin — 25 Juli 2025
- Whale Bitcoin era Satoshi memindahkan lebih dari $1,1 miliar BTC ke bursa besar seperti Binance, Coinbase, dan OKX.
- Whale ini diketahui telah menyimpan 80.000 BTC sejak 2011 dan melakukan dua transaksi besar ke Galaxy Digital pada 15 & 18 Juli 2025..
- Analis on-chain menyebut sekitar 12.000 BTC masih belum dijual dan kemungkinan dilakukan secara OTC, sehingga dampaknya ke harga bisa terbatas.
- Harga Bitcoin saat ini tertahan di kisaran $115.000–$116.000, di bawah pivot point $118.383 dan Fibonacci 23,6%.
- Indikator teknikal seperti MACD dan RSI mengindikasikan momentum bearish jangka pendek.
Scroll yuk sampai bawah….
Seorang whale atau holder Bitcoin dalam jumlah besar dari era Satoshi dilaporkan mentransfer lebih dari $1,1 miliar Bitcoin ke bursa terpusat (exchanges), pada 25 Juli 2025.
Aktivatas dompet whale yang sudah lama tidak aktif tersebut sontak memicu kekhawatiran koreksi pasar di akhir pekan yang biasanya sepi likuiditas.
Menurut platform analitik blockchain Lookonchain, whale tersebut telah menyimpan 80.000 BTC sejak tahun 2011. Pada 15 Juli 2025, walet tersebut telah memindahkan 40.000 BTC senilai lebih dari $4,6 miliar, diikuti dengan transaksi kedua sejumlah 40.000 BTC pada 18 Juli yang ditujukan ke perusahaan investasi kripto Galaxy Digital.

Setelah itu, Galaxy Digital langsung mengalihkan lebih dari 10.000 BTC (senilai $1,18 miliar) ke berbagai bursa besar seperti Binance, Bybit, Coinbase, Bitstamp, dan OKX. Whale ini pun disebut sebagai pemilik lama 80.009 BTC, dengan nilai total mencapai $9,68 miliar.
“Lebih dari 10.000 $BTC berasal dari seorang Bitcoin OG yang memegang 80.009 $BTC (senilai $9,68 miliar),” kata Lookonchain di X.
BACA JUGA: Bitcoin Kembali Masuk Zona Distribusi, Harga Belum Menyentuh Puncak
Kekhawatiran Koreksi, Tapi Tak Semua Analis Sepakat
Perpindahan aset dalam jumlah besar ini bertepatan dengan diberlakukannya regulasi audit baru dalam GENIUS Act di AS, yang menurut sebagian analis bisa mempercepat tekanan jual di pasar Bitcoin.
Jacob King, analis keuangan dan CEO WhaleWire, menyebut aksi ini bisa meletuskan gelembung terbesar dalam sejarah pasar kripto.
“Seorang paus Bitcoin senilai $9,6 miliar baru saja menjual seluruh kepemilikannya—yang awalnya dibeli 14 tahun lalu hanya seharga $54.000! Saya memperkirakan akan terjadi koreksi besar dalam waktu dekat begitu investor ritel menyadarinya,” ujar Jacob di akun X.
Namun, analis dari bursa Bitfinex menilai bahwa pergerakan whale seperti ini tidak selalu menandakan koreksi besar. Sebaliknya, hal ini bisa menunjukkan bahwa investor besar mulai bersiap untuk siklus institusional berikutnya.
Penjualan Whale Bisa Diserap Pasar?
Meski ada kekhawatiran, analis on-chain EmberCN menyebut bahwa sekitar 12.000 BTC (senilai $1,38 miliar) dari total 80.000 BTC masih belum dijual.
Ia menyebut kemungkinan besar penjualan dilakukan lewat mekanisme OTC (over-the-counter) dan pasar sekunder, yang artinya dampaknya ke harga spot bisa minimal.
“Ini berarti bahwa [paus kuno pemilik 80.000 BTC] kemungkinan masih memiliki sekitar 12.000 BTC (senilai $1,38 miliar) yang belum dijual, dan dengan likuiditas pasar saat ini, menyerap sisa koin tersebut seharusnya tidak akan berdampak signifikan.”
Bitcoin Masih Tertahan di Zona Distribusi
Saat laporan ini ditulis BTC masih tertahan di zona distribusi setelah gagal menembus kembali harga di ata $120 ribu. Bitcoin kini diperdagangkan di area $115-116 ribu.
Di sisi teknikal, Bitcoin menembus di bawah pivot point 24 jam sebesar $118.383 serta level Fibonacci retracement 23,6% di $118.859, mengindikasikan perubahan arah harga jangka pendek ke zona bearish. Indikator-indikator teknikal menguatkan sinyal ini:



