Volatilitas Bitcoin Jatuh ke Titik Terendah, Siap Sentuh ATH Baru?

Share :

Portalkripto.com — Bitcoin (BTC) dilaporkan tengah berada dalam salah satu titik volatilitas terendah sepanjang sejarah. Sejak Juli 2022, BTC terus sideways di kisaran $21.000-$19.000 dengan volatilitas sebesar 28%.

Sebagai aset yang nilainya sangat fluktuatif, Bitcoin cukup jarang mencapai volatilitas yang rendah. Saat merespons data inflasi AS pekan lalu, BTC yang sempat anjlok hingga $18.338 juga tak memakan waktu lama untuk menguat lagi ke harga $19.855.

Volatilitas adalah rentang jarak antara harga tertinggi dan harga terendah sebuah aset dalam suatu waktu. Volatilitas tinggi terjadi saat harga naik dan turun dengan cepat dan dengan selisih yang cukup besar. Sementara volatilitas rendah terjadi sebaliknya.

Laporan on-chain terbaru Glassnode berjudul ‘A Coiled Spring’ yang dirilis 17 Oktober 2022, menunjukkan, secara historis, volatilitas rendah BTC dalam bear market akan diikuti oleh kenaikan harga hingga ke titik tertinggi.

“Pasar Bitcoin saat ini berada dalam periode volatilitas rendah dalam sejarah, dan ada banyak metrik on-chain maupun off-chain yang menandakan periode volatilitas tinggi kemungkinan akan terjadi di masa depan,” kata Glassnode.

Glassnode mengungkapkan, volatilitas rendah Bitcoin pada pertengahan 2015 telah mendorong harga BTC ke all time high (ATH) baru di $19.118 pada 19 Desember 2017. Tak hanya itu, volatilitas rendah Bitcoin pada awal 2019 juga telah mendorong harga BTC ke ATH baru di $69.045 pada 10 November 2021.

Laporan tersebut sejalan dengan perkiraan pakar strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone. Pekan lalu ia mengatakan, volatilitas yang rendah bisa menandakan Bitcoin sudah mencapai titik terendahnya dalam bear market kali ini.

Secara historis, volatilitas Bitcoin kerap menurun saat kripto terbesar itu tengah bersiap untuk menyentuh titik tertinggi yang baru.

Dalam laporannya, Glassnode juga mengungkapkan, profitabilitas pemegang Bitcoin jangka panjang atau long-term holder (LTH) turun cukup drastis. Investor LTH bahkan mencatat kerugian hingga 48% sejak awal tahun ini.

Menurut data Glassnode, profitabilitas LTH telah menyentuh titik yang sama rendah dengan profitabilitas LTH saat bear market 2019, 2015, dan 2012.