Ringkasan Berita:
- Vitalik kembali jadi miliarder: Arkham melaporkan portofolio Vitalik Buterin bernilai sekitar $1,039 miliar (240.042 ETH + aset lain) setelah ETH menembus $4.000.
- ETH melaju tajam: ETH diperdagangkan di $4,231 (10 Agustus 2025), sempat mencapai $4,332 — tertinggi sejak Desember 2024; analis memprediksi potensi ke level ATH $4,878.
- ETF & risiko short squeeze: ETF Ether mencatat arus masuk besar ($461M hari tertentu; $326,6M 5 hari terakhir menurut Farside). Kenaikan ke $4.500 dapat mengancam short senilai ~$1,35 miliar (CoinGlass).
- Sejarah & peringatan Vitalik: Buterin pertama kali menjadi miliarder kripto pada 2021; ia memperingatkan risiko jika treasuries Ether membuat pasar menjadi terlalu berisiko.
Baca Juga: Bitcoin Berpotensi Kembali Capai Rekor Baru, Jika 3 Faktor Ini Terwujud
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, kembali masuk jajaran miliarder kripto hanya beberapa hari setelah harga ETH menembus level $4.000 untuk pertama kalinya dalam delapan bulan terakhir.
“Vitalik Buterin kini kembali menjadi miliarder on-chain,” tulis akun perusahaan penyedia data onchain Arkham pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Saat laporan ini dibuat, portofolio Buterin bernilai sekitar $1,039 miliar, terdiri dari 240.042 ETH dan sejumlah aset kripto lain seperti Aave Ethereum (AETHWETH), WhiteRock (WHITE), Moo Deng (MOODENG), dan Wrapped Ethereum (WETH).

ETH Melesat, Target Rekor Baru di Depan Mata
Pada perdagangan Minggu, 10 Agustus, harga ETH diperdagangkan di level $4,231, naik sekitar 23% dalam 7 hari terakhir. Bahkan altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sempat mencapai $4.332, tertinggi sejak Desember 2024. Di sisi lain dominasi Bitcoin di pasar kripto menurun.
Sejumlah trader memprediksi ETH sedang menuju rekor tertinggi sepanjang masa di November 2021 sebesar $4.878. Trader kripto bernama Ted menulis di X bahwa kebangkitan ETH tersebut sudah ia prediksi.
“Saya sudah bilang kalau breakout $ETH akan datang. Dan itu terjadi persis seperti yang diprediksi. Ethereum berhasil menembus level resistensinya dan sekarang bergerak lebih tinggi. Rasanya rekor harga tertinggi baru (ATH) hanya tinggal hitungan hari,” ujarnya pada 9 Agustus 2025.
Sementara itu, data CoinGlass menunjukkan kenaikan ke $4.500 dapat memicu likuidasi posisi short senilai sekitar $1,35 miliar, dengan potensi terjadinya short squeeze.
Arkham juga mencatat lonjakan minat terhadap ETF Ether. Pada Jumat, total arus masuk ETF ETH mencapai $461 juta, melampaui ETF Bitcoin yang mencatat $404 juta.
Dalam lima hari perdagangan terakhir, ETF spot Ether di AS membukukan arus masuk bersih $326,6 juta, sementara ETF Bitcoin mencatat $253,2 juta, menurut data Farside.
BACA JUGA: Arthur Hayes Kembali Borong ETH Saat Harga Sedang Naik
Perjalanan Buterin sebagai Miliarder Kripto
Buterin pertama kali menjadi miliarder kripto pada Mei 2021 di usia 27 tahun, ketika harga ETH menembus $3.000. Saat itu, ia memegang sekitar 333.500 ETH senilai $1,029 miliar, setelah nilainya melonjak lebih dari empat kali lipat dari awal tahun.
Namun, pada Oktober 2018, Buterin pernah mengungkapkan bahwa ia tidak pernah memiliki lebih dari 0,9% total suplai ETH dan kekayaannya “tidak pernah mendekati” $1 miliar.
Meski banyak pihak menilai kenaikan harga ETH didorong oleh perusahaan yang menyimpan Ether sebagai aset cadangan, Buterin baru-baru ini memperingatkan risiko tren tersebut.
“Kalau tiga tahun dari sekarang Anda membangunkan saya dan bilang bahwa treasury adalah penyebab kehancuran ETH, saya akan langsung menebak bahwa mereka mengubahnya menjadi permainan yang terlalu berisiko,” ujarnya dalam wawancara Kamis lalu.



