Portalkripto.com — Ethereum sejauh ini telah fokus pada penskalaan jaringan melalui teknologi Rollup Zero-Knowledge (ZK) dengan mengembangkan blockchain layer-2. Namun, pendiri Ethereum Vitalik Buterin tampaknya ingin melangkah lebih jauh dengan menyinggung pengembangan blockchain layer-3.
Dalam sebuah unggahan pada 17 September lalu, dia menyampaikan tiga pandangannya terkait protokol layer-3 di masa depan. Menurutnya, blockchain layer-3 sangat mungkin dibangun jika memiliki fungsi yang berbeda dengan blockchain layer-2.
“Arsitektur penskalaan tiga lapis yang terdiri dari tumpukan skema penskalaan yang sama umumnya tidak berfungsi dengan baik. Rollup di atas rollup atau dua lapisan rollup menggunakan teknologi yang sama, tentu tidak bisa,” ujarnya.
Tetapi, kata Buterin, arsitektur penskalaan tiga lapis bisa berfungsi dengan baik jika lapisan kedua dan lapisan ketiganya menggunakan teknologi yang berbeda. Meski demikian, ia mengaku tidak yakin apakah layer-3 akan lebih efisien daripada layer-2 jika digunakan membangun aplikasi khusus di Ethereum.
“Satu keunggulan layer-3 atas layer-2 adalah: model layer-3 memungkinkan seluruh sub-ekosistem ada dalam satu rollup, yang memungkinkan biaya operasional lintas domain dalam ekosistem itu menjadi sangat murah, tanpa harus melalui lapisan 1 yang mahal,” kata Buterin.
Namun, karena transaksi lintas rantai saat ini sudah dapat dilakukan dengan mudah dan murah di antara dua protokol layer-2 dalam satu rantai yang sama, membangun layer-3 tidak serta merta bisa menambah efisiensi jaringan.
Komentar Vitalik Buterin ini disampaikan setelah perusahaan StarkWare berhasil meluncurkan recursive validity proofs layer-3. Recursive proofs ini terbukti bisa menyatukan 600.000 minting NFT dalam satu transaksi di Immutable X. Pendiri StarkWare Eli-Ben Sasson mengatakan, selanjutnya, 60 juta transaksi juga bisa digabungkan menjadi satu.


