Portalkripto.com — Bitcoin (BTC), yang digadang-gadang menjadi emas digital di masa depan menunjukkan korelasi positifnya terhadap emas. Tren ini sejalan dengan anggapan para pendukung Bitcoin yang kerap menganggap bahwa BTC dapat menjadi aset safe haven dan lindung nilai terhadap inflasi.
Dilaporkan Bloomberg pada 22 Oktober 2022, Bitcoin mencatatkan tingkat korelasi 0.50 dengan emas dalam 40 hari terakhir. Sebelumnya, tingkat korelasi BTC dengan emas adalah 0 pada pertengahan Agustus.
Tingkat korelasi 0 artinya menunjukkan kedua variabel tidak berkorelasi sama sekali. Semakin dekat 0, maka tidak ada korelasi antar kedua variabel. Semakin mendekati angka 1, maka artinya berkorelasi positif. Bila mendekati angka -1, artinya sifat korelasi adalah negatif.
Laporan tersebut juga menunjukkan adanya korelasi positif Bitcoin dengan S&P 500 dan Nasdaq 100 dengan tingkat korelasi masing-masing 0,69, dan 0,72. Korelasi positif BTC terhadap dua indeks ini melemah meski terlihat masih sangat kuat.
S&P 500 dan Nasdaq 100 instrumen saham yang secara tradisional dipercaya sebagai aset nilai lindung terhadap gerusan inflasi, sama halnya dengan emas.
“Korelasi positif yang melambat dengan SPX/QQQ dan korelasi yang meningkat pesat dengan XAU menunjukkan bahwa investor dapat melihat Bitcoin sebagai tempat yang relatif aman karena ketidakpastian makro berlanjut dan bottom pasar masih harus dilihat,” kata ahli strategi Bank of America, Alkesh Shah dan Andrew Moss, dalam sebuah pernyataan.
Apa artinya bagi Bitcoin?
Korelasi positif emas dan Bitcoin ini dapat berarti sebagai sentimen positif bagi HODLer Bitcoin. Pasalnya, sudah sejak bertahun-tahun lampau Bitcoin dipercaya bakal menjadi emas digital di masa depan.
Bila Bitcoin semakin dipercaya sebagai emas digital, artinya nilai dan daya tawar koin Satoshi ini akan meningkat. Implikasinya, BTC bakal menjadi aset lindung nilai dan safe haven laiknya emas logam mulia.
Safe haven dan aset lindung nilai adalah aset yang nilainya diharapkan tetap bertahan atau meningkat ketika terjadi turbulensi di pasar. Dengan kata lain, safe haven dan aset lindung nilai adalah aset berisiko rendah.
Sejarah korelasi
Korelasi positif Bitcoin dengan logam mulia ini bukanlah sesuatu yang baru. Aliansi yang lumayan solid antara emas dan BTC baru mulai terlihat salah satunya setelah krisis akibat pandemi COVID-19.
Berdasarkan data yang dikumpulkan VanEck, sebuah perusahaan manajer investasi global, hampir tidak ada pola korelasi yang terlihat antara Bitcoin dan emas serta sejumlah instrumen anti inflasi lainnya pada periode 2013 hingga 2019.
Tetapi pergeseran besar terjadi setelah pandemi COVID-19. Sejak 2022, ada pola korelasi yang positif antara Bitcoin dengan kelas aset lindung nilai lainnya, terutama pasar saham dan emas.
Untuk menjadi aset anti turbulensi dan inflasi ini, Bitcoin masih punya pekerjaan rumah besar, yakni tingkat fluktuasinya yang ekstrem. Fluktuasi Bitcoin sejauh ini masih tinggi.
Tapi bila merujuk pada grafik sejak pertengahan September 2022, koin kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini memperlihatkan tren sideways di rentang harga jual $18.000-$20.000 di tingkat volatilitas rendah.


