Tornado Cash Dituding Bantu Program Senjata Pemusnah Massal Korut

Share :

Portalkripto.com — Kementerian Keuangan AS menuding platform pencampur kripto (cryptocurrency mixer), Tornado Cash, telah membantu pengembangan program senjata pemusnah massal Korea Utara (Korut).

Korut dilaporkan telah melakukan pencucian uang kripto senilai lebih dari $100 juta melalui Tornado Cash. Dana itu kemudian dipakai untuk membiayai program senjata pemusnah massal, termasuk rudal balistik.

Pada Agustus lalu, Tornado Cash resmi dilarang beroperasi di AS setelah dijatuhi sanksi oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC), lembaga yang mengawasi pelanggaran aset asing. Kini OFAC memutuskan untuk mengubah justifikasi dalam sanksinya itu.

Tornado Cash yang awalnya disanksi karena diduga membantu peretas Korut, kini disanksi karena diduga membantu Pemerintah Korut.

“Keputusan ini merupakan bagian dari upaya AS untuk membatasi kemampuan Korut dalam mengembangkan program senjata pemusnah massal dan rudal balistik yang mengancam stabilitas regional,” ujar Kementerian Keuangan AS dalam keterangan resmi, dikutip Reuters.

Korut diketahui telah menembakkan sejumlah rudal balistik dalam beberapa bulan terakhir ini. Meski tak menyasar daratan, rudal-rudal itu telah membuat warga Jepang dan Korea Selatan panik.

Sanksi Terhadap Tornado Cash Digugat

Coinbase dan Coin Center menggugat sanksi terhadap Tornado Cash. Dalam gugatannya, mereka mengatakan sanksi tersebut merugikan warga AS yang menyimpan dana dalam platform itu.

Menurut gugatan tersebut, Tornado Cash hanyalah sebuah software, bukan individu atau entitas. Dengan demikian, OFAC dinilai tidak bisa memasukkan Tornado Cash dalam kategori entitas yang terkena sanksi.

Namun dalam pernyataan resminya, OFAC menyatakan Tornado Cash adalah sebuah entitas. Platform tersebut memiliki struktur organisasi yang terdiri dari eksekutif/pendiri dan pengembang, serta decentralized autonomous organization (DAO).

“Tornado Cash menggunakan kode komputer yang dikenal dengan ‘smart contract’ untuk menerapkan struktur tata kelola, menyediakan layanan pencampuran, menawarkan insentif keuangan bagi pengguna, meningkatkan basis penggunanya, dan memfasilitasi keuntungan finansial dari pengguna dan pengembangnya,” ujar OFAC.

Sampai saat ini hanya Tornado Cash yang mendapatkan sanksi dari OFAC, sementara pendiri, pengembang, dan anggota DAO tidak dikenai sanksi.

Awal Mula Tornado Cash Disanksi

Pada 9 Agustus 2022, Kementerian Keuangan AS memutuskan, seluruh warga negara dan perusahaan di AS dilarang berinteraksi dengan Tornado Cash dan 44 alamat wallet Ethereum dan USDC yang terkoneksi dengan protokol itu. Jika ada yang melanggar, maka akan dihadapkan dengan denda $50.000 hingga $10.000.000 dan hukuman 10 sampai 30 tahun penjara.

Tornado Cash dituduh selalu dimanfaatkan oleh Lazarus Group, kelompok peretas Korea Utara, untuk menghilangkan jejak pencurian kripto yang mereka lakukan. Salah satu peretasan terbesarnya menargetkan Ronin Bridge dari Axie Infinity pada Maret lalu, yang menyebabkan kerugian hingga $625 juta.

Blockchain analisis menunjukkan, kripto senilai puluhan juta dolar yang dicuri dari Ronin Bridge mengalir ke Tornado Cash.

“Tornado Cash telah menjadi layanan pencampur (kripto) yang banyak dimanfaatkan oleh penjahat siber yang ingin mencuci hasil pencurian mereka, dan membantu menghilangkan ke jejak transfernya,” ujar seorang pejabat senior Kementerian Keuangan AS, dikutip Coindesk.

“Sejak didirikan pada 2019, Tornado Cash dilaporkan telah melakukan pencucian uang virtual senilai lebih dari $7 miliar,” katanya.

Menurut data dari perusahaan analitik blockchain, Nansen, deposit ether (ETH) di Tornado Cash melonjak setelah Ronin diretas. Sebanyak 167.400 ETH, atau sekitar 18% dari jumlah total ETH yang mengalir ke Tornado Cash dalam beberapa bulan terakhir berasal dari peretasan Ronin.

Hasil dari peretasan Horizon Bridge senilai $100 juta dan dari Wormhole senilai $375 juta juga telah dicuci melalui Tornado Cash. Bahkan hasil dari peretasan Nomad Bridge senilai $200 juta bulan ini ikut dipindahkan melalui layanan tersebut.

Jumlah rata-rata ETH yang disimpan di Tornado Cash melampaui 220.000 pada periode Mei dan Juni 2022 atau senilai $220 miliar hingga $660 miliar.