Tokocrypto Hapus Token FTT Mulai 30 November 2022

Share :

Portalkripto.com — Menyusul runtuhnya FTX, Tokocrypto memutuskan untuk menghapus dan menghentikan perdagangan pada semua pasangan perdagangan untuk token FTT/BUSD terhitung mulai 30 November 2022 pukul 23:59 WIB.

Dalam keterangan resminya, Tokocrypto menyatakan pihaknya secara berkala meninjau setiap aset kripto yang diperjualbelikan untuk memastikan bahwa aset tersebut terus memenuhi standar.

Ketika suatu aset kripto tidak lagi memenuhi standar yang ditetapkan atau terdapat perubahan pada industri, maka Tokocrypto melakukan peninjauan yang lebih mendalam dan berpotensi menghapusnya. Penghapusan ini adalah untuk melindungi semua penggunanya.

Dalam keterangan lebih lanjut, Tokocrypto menyebutkan semua pesanan perdagangan akan dihapus secara otomatis setelah perdagangan berhenti di setiap pasangan perdagangan masing-masing. Tokocrypto tetap akan menyimpan FTT milik investornya, namun tidak dapat diperdagangkan di platform Tokocrypto setelah 30 November 2022 23:59 WIB.

Oleh karena itu, exchange lokal ini menyarankan pemilik FTT untuk segera melakukan pemindahan aset kripto tersebut ke wallet pribadi. Mengenai teknis penjualan dan penarikan bisa dilihat di situs resminya.

Pada saat penulisan, harga FTT berada di kisaran $1,75 naik 5,32% dalam 24 jam terakhir menurut CoinMarketCap. Setelah mengalami serangkaian crash pada dua pekan lalu, nilai FTT turun 97,91% dari harga tertingginya sepanjang masa (ATH) di harha $85,02 pada 9 September 2021.

Awal Kejatuhan FTT

FTT yang merupakan token asli exchange FTX tiba-tiba terjun bebas pada Selasa, 8 November 2022, pukul 10.00 WIB dari $21,9 menjadi $17,82. Pemicunya adalah cuitan CEO Binance, Changpeng Zhao (CX), yang menyatakan akan melikudasi semua aset FTT-nya dari FTX. Alasan CX yang melakukan likudasi dalam jumlah besar secara mendadak adalah akibat bocornya neraca keuangan sister company FTX, Alameda Research.

Dalam neraca keuangan yang pertama kali disebarkan oleh Coindesk, disebutkan Alameda ternyata memegang aset token FTT lebih besar daripada aset lain seperti mata uang fiat. Eksposur yang dinilai sangat tidak likuid itu membuat pemegang FTT khawatir Alameda bisa hancur seperti Terra pada Mei lalu.

Sehari kemudian, Binance menawarkan untuk mengakuisisi FTX namun rencana itu batal karena pertimbangan status FTX yang saat itu sedang penyelidikan Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Bloomberg melaporkan penyelidikan itu terkait dugaan salah penanganan dana pelanggan yang dilakukan FTX sehingga menyebabkan exchange itu mengalami krisis likuiditas.

Perkembangan selanjutnya, FTX mengajukan pailit dan Sam Bankman-Fried (SBF) mengajukan resign dari jabatannya sebagai CEO pada Sabtu, 11 November 2022, malam waktu Indonesia.

Kondisi tersebut membuat sentimen ketakutan, ketidakpastian dan keraguan (FUD) terhadap centralized exchange (CEX) menguat. Sebagai langkah untuk memproteksi konsumen, maka exchange untuk sementara menghentikan transaksi FTT.