Portalkripto.com — Transisi Ethereum dari Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) atau yang disebut juga The Merge pada bulan September yang akan datang bukan saja menguntungkan harga token aslinya (ETH) tapi juga token lainnya. Bahkan mereka terus mengungguli ETH.
Ethereum memasuki tahap terakhir persiapan transisi setelah Goerli, testnet ketiga dan terakhir, resmi beralih ke algoritma konsensus PoS pada Rabu (10/8) malam. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada penundaan dalam transisi ini yang diharapkan akan diluncurkan pada 19 September.
Harga Ether melonjak 5% menjadi sekitar $1.950, level tertinggi dalam lebih dari dua bulan, setelah pembaruan Goerli. Sementara itu, sejumlah aset kripto yang diuntungkan dari The Merge ini mengalami pergerakan naik dan bahkan telah mengungguli ETH dalam sebulan terakhir.
Apa saja token tersebut? Berikut daftarnya.
1. Lido DAO (LDO)
Transisi yang mengubah mekanisme konsensus ini akan menggantikan penambang Ethereum dengan validator yang memerlukan 32 ETH untuk mengaktifkan stakinng-nya
Persyaratan staking ini membuka peluang bagi perantara, seperti platform yang mengumpulkan Ether dari stakers yang kekurangan dana dan menyatukan hasilnya untuk menjadi validator di blockchain Ethereum. Lido DAO adalah salah satunya.
Lido DAO adalah layanan staking terkemuka dalam hal nilai yang terkunci di dalam kontrak pintar resmi Merge. Lido telah menuangkan 4,15 juta ETH ke dalam sebuah kontrak yang disebut ETH 2.0 mengalahkan Coinbase yang telah mempertaruhkan sekitar 1,55 juta ETH atas nama kliennya.
Transisi ini dapat meningkatkan permintaan layanan Lido DAO.
Pada gilirannya bisa membuktikan bullish untuk token tata kelola resmi platform LDO yang nilainya melonjak lebih dari 200% sejak 14 Juli, ketika Ethereum pertama kali mengumumkan kemungkinan menjadi rantai PoS pada bulan September.
Oleh karena itu LDO adalah salah satu aset kripto utama yang paling diuntungkan dari transisi Ethereum ke PoS.
2. Ethereum Classic (ETC)
Ethereum Classic (ETC) adalah aset lain yang telah menarik perhatian para pembeli dalam beberapa minggu terakhir. Hal itu terutama karena potensinya untuk menyediakan surga bagi para penambang yang keluar dari jaringan Ethereum.
Karena Ethereum Classic adalah rantai split dari hard fork yang kontroversial pada tahun 2016, ETC menunjukkan hampir semua kualitas teknis dari jaringan PoW Ethereum saat ini yang menjadikannya tempat perlindungan alami bagi penambang ETH.
Seperti LDO, ETC juga telah reli lebih dari 200% sejak pengumuman peluncuran The Merge Ethereum pada 14 Juli. Oleh karena itu, kemungkinan untuk melanjutkan tren naiknya tinggi sebelum dan setelah transisi.
3. Optimism (OP)
Optimism adalah layanan rollup Ethereum. Dengan kata lain, Optimism mengumpulkan data transaksi massal off-chain ke dalam batch dan melepaskan hasilnya kembali ke mainnet Ethereum ketika konsensus tercapai.
Solusi yang disebut layer-2 dapat mengambil manfaat dari Roadmap Rollup-Centric Ethereum setelah transisi. Menariknya, OP, token tata kelola Optimism naik hampir 250% sejak pengumuman tanggal rilis The Merge.
Prospek Ethereum menyebarkan Optimism di jaringannya setelah The Merge dapat berfungsi sebagai katalis bullish untuk harga OP.
Kamu Bisa Baca Artikel Lain:
Saham Perusahaan Tambang Kripto Meningkat 120% dalam Sebulan
Blockchain Layer-2 Bisa Wujudkan Kripto Sebagai Alat Pembayaran dengan Biaya Rendah
Manfaat Transisi PoW ke PoS
The Merge merupakan update paling signifikan yang dilakukan jaringan Ethereum sejak pertama kali diluncurkan pada 2015. Peralihan ini akan mengakhiri proses penambangan ETH dan menggantinya dengan konsensus PoS.
Transisi Ethereum ke PoS menjanjikan konsumsi energi yang lebih rendah dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Menurut Ethereum Foundation, mekanisme PoS akan mengurangi konsumsi energi hingga 99,95%.
Ethereum Foundation mengklaim transisi dari PoW ke PoS akan memangkas emisi karbon Ethereum menjadi 0,07 kilogram per transaksi dari 147,86 kilogram saat ini yang membuat jejak karbonnya 17.000 kali lebih efisien daripada Bitcoin.
Pembaruan ini akan meningkatkan jumlah transaksi yang dapat ditangani Ethereum dari 15 hingga 20 transaksi per detik saat ini, menurunkan biaya gas, dan meningkatkan keamanan jaringan.
Perpindahan ke PoS tidak akan cukup bagi Ethereum untuk menjadikan jaringannya sebagai blockchain yang paling berkelanjutan.
Ronin, sidechain terkait Ethereum, mengklaim hanya menghasilkan 0,000001 kilogram karbondioksida per transaksi. Sementara Solana yang menggunakan hibrida dari mekanisme konsensus PoS dan proof-of-history (PoH) menghasilkan sekitar 0,0002 kilogram.
Bitcoin, kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, memiliki jejak karbon paling buruk di angka 1.223,38 kilogram karbondioksida per transaksi.
Meskipun transisi tidak menjadikan Ethereum sebagai teknologi blockchain yang paling sustainable, namun para ahli sepakat dan mendukung pembaruan ini sebagai langkah yang benar.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


