Portalkripto.com — Federal Reserve atau The Fed kemungkinan akan menaikan suku bunga 75 basis poin yang justru lebih tinggi dari perkiraan pada bulan depan karena inflasi masih tetap tinggi di atas 8%.
Berdasarkan Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen Amerika Serikat, tingkat inflasi pada September 2022 masih berada di level di atas 8%, yakni 8.2% year on year (yoy), lebih rendah 0.1% dari bulan Agustus (8.3%).
Meski indeks yang menjadi acuan tingkat inflasi ini turun untuk bulan ketiga berturut-turut, namun hal ini belum memenuhi ekspektasi banyak pihak yang mengharapkan penurunan hingga 0,2%. CPI yang masih berada di atas 8% masih menjadi momok bagi dunia ekonomi di AS.
Pengumuman CPI yang pada Kamis,13 Oktober 2022 ini menjadi pegangan pasar untuk membaca arah kebijakan bank sentral AS alias The Fed yang bakal menggelar rapat menentukan tingkat suku bunga pada 1-2 November 2022.
“Pejabat Federal Reserve sepakat berencana untuk menaikkan suku bunga tiga perempat poin bulan depan,” menurut New York Times. Kondisi ekonomi saat ini membuat The Fed tidak mungkin menurunkan tingkat suku bunga.
The Times melaporkan bahwa keputusan The Fed untuk tidak menurunkan tingkat suku bunga setidaknya akan bertahan hingga Desember atau mungkin pada pertemuan FOMC di bulan November berdasarkan proyeksi ekonomi. Demikian pernyataan dari bank sentral dan pidato presiden The Fed.
Indikator lainnya yang membuat suku bunga akan naik adalah angka Indeks Harga Konsumen (CPI) yang menunjukkan kenaikan sebesar 6,6% sepanjang tahun 2022 hingga September. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Parameter yang cukup nyata bagi The Fed untuk tidak mundur dari rencana menaikkan suku bunga.
Jika dilihat dari riwayatnya sepanjang 2022, kenaikan suku bunga terus meningkat.
Pada meeting FOMC 17 Maret, diputuskan suku bunga naik 25 basis poin. Selanjutnya pada 5 Mei, naik 50 basis poin. Berikutnya pada 16 Juni, 27 Juli, dan 21 September suku bunga naik masing-masing 75 basis poin.


