Tether Lakukan Chain Swap, Solana Kehilangan Rp15,6 Triliun

Share :

Portalkripto.com — Tether mengumumkan telah melakukan chain swap dengan mengkonversi stablecoin USDT yang dimilikinya dari blockchain Solana ke blockchain Ethereum. Nilai konversi itu mencapai $1 miliar atau sekitar Rp15,6 triliun.

Chain swap adalah proses memindahkan kripto dari satu blockchain ke blockchain lain. Pada pertengahan 2020, Tether pernah melakukan chain swap dengan mengkonversi USDT senilai $1 miliar dari blockchain Tron ke Ethereum, dalam rentang waktu dua bulan.

Pengumuman Tether kali ini disampaikan saat Solana sedang menghadapi krisis imbas dari runtuhnya exchange kripto FTX. Solana terlempar dari posisi 5 ke posisi ke 14 kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, menurut CoinMarketCap.

Nilai token SOL turun 19% dalam sepekan terakhir dan saat ini diperdagangkan di harga $12,95. Nilainya telah turun 95% dari nilai tertinggi sepanjang masanya di $256.

Blockchain smart contract yang dikenal dengan julukan ‘Ethereum Killer’ itu bisa jadi merupakan jaringan yang paling terdampak kehancuran FTX. FTX yang sempat menjadi exchange kripto terbesar kedua di dunia, memiliki keterkaitan yang cukup erat dengan Solana.

FTX dilaporkan telah berinvestasi dalam beberapa proyek di Solana. Exchange yang didirikan Sam Bankman-Fried itu juga berperan penting dalam mengembangkan decentralized exchange (DEX) dan penyedia likuiditas decentralized finance (DeFi), Serum.

Solana Foundation, yang mengembangkan ekosistem Solana, telah mengaku memiliki dana sebesar $1 juta yang tertahan di FTX.

Imbas dari Penangguhan Exchange Besar

Chain swap yang dilakukan Tether ini diduga imbas dari penangguhan layanan terhadap USDT di jaringan Solana yang dilakukan oleh exchange-exchange besar.

Pada 17 November 2022, exchange kripto Binance mengumumkan telah menangguhkan sementara deposit stablecoin USDT dan USDC yang berjalan di blockchain Solana. Pekan lalu, Crypto.com juga mengumumkan telah menonaktifkan layanan untuk USDC dan USDT di Solana.

Stablecoin merupakan salah satu elemen penting dalam ekosistem DeFi. Tak seperti kripto lainnya, nilai stablecoin tidak mudah berubah karena berpasak dengan mata uang fiat, seperti dolar AS atau euro.

Stablecoin banyak digunakan oleh trader kripto karena bisa memudahkan proses jual beli aset digital. Trading juga dapat dilakukan dengan cepat karena trader tidak perlu mengakses mata uang fiat terlebih dahulu.

Tether saat ini merupakan penerbit stablecoin terbesar di dunia. Stablecoinnya yang berpasak dengan dolar AS, euro, dan yen, bisa digunakan di blockchain seperti Ethereum, Tron, dan Polygon.