Terbesar Sepanjang Sejarah, AS Sita 50.000 Bitcoin dalam Kasus Penipuan Silk Road

Share :

Portalkripto.com — Departemen Kehakiman AS menyita lebih dari 50.000 keping Bitcoin (BTC) dalam pengungkapan kasus penipuan terhadap darkweb Silk Road. Penyitaan ini menjadi penyitaan cryptocurrency terbesar dalam sejarah Departemen Kehakiman AS.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada 7 November 2022, Departemen Kehakiman, jaksa memperoleh lebih dari 50.000 Bitcoin dari tersangka bernama James Zhong. Zhong disebutkan telah melakukan penipuan dengan mengakali sistem pada darkweb Silk Road untuk mengeruk keuntungan pribadi. Kasus penipuan ini telah terjadi lebih dari satu dekade yang lalu, tepatnya pada 2012.

Penyitaan barang bukti berupa puluhan ribu BTC ini dilakukan pada 9 November 2021, berdasarkan surat perintah penggeledahan di rumah Zhong di daerah Gainesville, Georgia.

Saat itu, penegak hukum menyita sekitar 50.676.17851897 Bitcoin, yang bernilai lebih dari $3,36 miliar atau setara Rp52,7 triliun. Penyitaan ini diklaim menjadi penyitaan cryptocurrency terbesar dalam sejarah Departemen Kehakiman AS dan menjadi penyitaan keuangan terbesar kedua yang pernah ditangani Departemen Kehakiman.

Penipuan kelas kakap ini dapat terungkap berdasarkan “pelacakan mata uang kripto yang canggih”. Keberadaan sebagian besar Bitcoin yang hilang dan menggelembung menjadi misteri selama satu dekade belakangan akhirnya dapat ditemukan meskipun Zhong sudah berusaha menghilangkan jejak dengan modus pencucian uang.

“Zhong mengeksekusi skema canggih yang dirancang untuk mencuri Bitcoin dari Silk Road Marketplace yang terkenal kejam. Begitu dia berhasil dalam pencuriannya, dia berusaha menyembunyikan rampasannya melalui serangkaian transaksi kompleks yang dia harap akan bertambah besar saat dia bersembunyi di balik misteri ‘darknet’,” kata Tyler Hatcher, salah seorang agen khusus yang menangani perkara.

Modus Operandi

Kehakiman mencatat bahwa Zhong melakukan beberapa tahapan penipuan dan pencucian uang sebagai modus untuk menghindari endusan aparat.

Pada September 2012, Zhong menjalankan skema untuk menipu “Jalur Sutera” dengan membuat sekitar sembilan akun Silk Road guna menjalankan aksi jahanamnya. Akun-akun tuyul itu dibuat untuk menyembunyikan identitasnya asli Zhong.

Ia kemudian memicu lebih dari 140 transaksi secara berurutan untuk mengelabui sistem pemrosesan penarikan Silk Road agar melepaskan sekitar 50.000 Bitcoin dari sistem pembayaran berbasis Bitcoin ke akun-akun tuyul tersebut.

Setelah mengeruk puluhan ribu koin Satoshi, ia lantas mentransfer Bitcoin ini ke berbagai alamat terpisah yang juga berada di bawah kendali Zhong. Semua aksi itu berjalan senyap dan terencana dengan siasat-siasat yang dirancang untuk mencegah deteksi, menyembunyikan identitas dan kepemilikannya, dan mengaburkan sumber Bitcoin.

Saat melakukan penipuan, Zhong tidak mencantumkan item atau layanan apa pun untuk dijual di Silk Road, laiknya seller pada umumnya di marketplace. Dia juga tidak membeli item atau layanan apa pun di Silk Road. ZHong juga cuma memberikan informasi biodata profil seadanya terhadap sembilan akun tuyul tersebut.

Zhong membekali akun-akun tuyul tersebut dengan modal setoran awal antara 200 dan 2.000 Bitcoin. Setelah setoran awal, dia kemudian dengan cepat melakukan serangkaian penarikan. Melalui skema penipuannya, Zhong mampu menarik lebih banyak Bitcoin dari Silk Road daripada yang dia setorkan.

Pada 19 September 2012, ia menyetorkan 500 Bitcoin ke wallet Silk Road. Kurang dari lima detik setelah melakukan setoran awal, Zhong mengeksekusi lima penarikan 500 Bitcoin secara berurutan dan menghasilkan keuntungan bersih 2.000 Bitcoin. Contoh lain, akun tuyul lain melakukan satu setoran dan lebih dari 50 penarikan Bitcoin sebelum akun kemudian menghentikan aktivitasnya. Modus eksploitasi sistem “Jalur Sutera” ini terus menerus dilakukan sampai ia berhasil mengakumulasi lebih dari 50.000 BTC.

Zhong telah mengakui bersalah di hadapan Hakim Distrik Amerika Serikat Paul G. Gardephe pada 4 November. Lantaran perbuatannya tersebut, Zhong diancam dengan hukuman maksimum 20 tahun penjara.

Sekilas tentang Silk Road

Silk Road merupakan marketplace berbasis website yang tersedia di darknet atau website tersembunyi. Situs ini didirikan oleh Ross William Ulbricht pada Februari 2011.

Berbeda dengan marketplace arus utama, Silk Road memberikan ruang kebebasan bagi penjual dan pembeli untuk menjual barang apapun, termasuk barang yang dikategorikan ilegal oleh negara.

Saking bebasnya, ketentuan layanan Silk Road hanya melarang penjualan “apa pun yang tujuannya adalah untuk menyakiti atau menipu, seperti kartu kredit curian, pembunuhan, dan senjata pemusnah massal.”

Imbasnya, Silk Road banyak digunakan sebagai wadah transaksi jual beli barang haram atau ilegal, terutama narkoba dan ragam rupa obat-obatan terlarang.

Silk Road menggunakan Bitcoin sebagai alat transaksi. Penggunaan Bitcoin di Silk Road jadi langkah besar yang menandai sejarah adopsi institusional pertama bagi Bitcoin sebagai alat transaksi, yang saat itu masih berjalan tertatih-tatih setelah dua tahun lahir ke dunia.

Pada Oktober 2013, marketplace ini ditutup oleh FBI lantaran dianggap mendukung aktivitas ilegal. Ross Ulbricht selaku pemilik diberondong dengan tujuh dakwaan sekaligus, termasuk di antaranya konspirasi perdagangan narkotika, aktivitas hacking, pencucian uang, dan tuduhan ‘gembong’ yang biasanya dilayangkan kepada bos mafia kakap dan pemimpin kartel narkoba.

Pada 29 Mei 2015, ia divonis hukuman dua kali penjara seumur hidup plus 40 tahun tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Saat ini, dia ditahan di Lapas Tucson, salah satu penjara federal dengan keamanan tingkat tinggi.

Dalam proses penutupan Silk Road, FBI menyita 144.336 Bitcoin. Ratusan ribu Bitcoin itu dijual dalam serangkaian lelang yang menghasilkan $48,2 juta.