Portalkripto.com — Perusahaan investasi berbasis di Singapura, Temasek, dilaporkan telah memotong gaji karyawan yang terlibat dalam proses investasi dengan exchange kripto yang telah bangkrut FTX. Pemotongan gaji itu disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban karyawan karena telah menginvestasikan uang perusahaan untuk ‘investasi bodong.’
Para karyawan itu diduga tidak melakukan uji tuntas dalam proses pengambilan keputusan investasi terhadap FTX. Mereka hanya melihat laporan keuangan terakhir exchange tersebut yang menunjukkan laba cukup besar.
Total investasi yang dikucurkan Temasek ke perusahaan Sam Bankman-Fried tersebut mencapai $275 juta atau sekitar Rp4 triliun. Investasi dalam jumlah besar itu menguap setelah FTX menyatakan diri bangkrut pada November 2022.
“Seperti yang diungkapkan oleh jaksa dan seperti yang diakui oleh eksekutif FTX, ada dugaan tindakan penipuan yang sengaja disembunyikan dari investor, termasuk dari Temasek. Kami kecewa dengan hasil investasi kami, dan dampak negatifnya terhadap reputasi kami,” ujar Chairman Temasek, Lim Boon Heng, dalam pernyataannya yang dikutip Bloomberg.
Temasek memiliki 1% saham di FTX International dan 1,5% saham di FTX US. Perusahaan ini menjadi salah satu yang mengalami kerugian terbesar dari kejatuhan FTX.
Temasek juga menepis kabar telah melakukan investasi senilai $10 juta dalam proyek sistem mata uang algoritmic Array. Pihak Temasek dengan tegas menyebut kabar itu merupakan informasi palsu.
FTX 2.0 Dipersiapkan
Dokumen pengadilan yang diajukan April 2023 menunjukkan, CEO sementara FTX, John Ray III, tengah merancang proyek FTX 2.0, untuk membangkitkan kembali exchange yang telah bangkrut pada November tahun lalu itu.
Ada banyak hal yang telah dilakukan Ray dalam proyek tersebut, termasuk berkonsultasi dengan perusahaan keamanan siber Sygnia untuk memperkuat platform kripto internasional itu.
Ia dilaporkan telah menyelesaikan materi proyek FTX 2.0 untuk didistribusikan kepada investor. Perusahaan modal ventura Tribe Capital dikabarkan telah menyatakan minatnya untuk membangkitkan FTX.
FTX CEO John Ray III confirms FTX 2.0 plans. pic.twitter.com/FeCXOvdrt0
— FTX 2.0 Coalition (@AFTXcreditor) May 22, 2023
Ray juga telah melakukan pembicaraan dengan beberapa bank investasi, termasuk dengan Perella Weinberg Partners LP. Menurut dokumen pengadilan, ia sudah meninjau daftar calon investor FTX 2.0.
Pengacara dari Sullivan & Cromwell bulan lalu telah membocorkan rencana mengenai kemungkinan FTX akan dihidupkan kembali pada kuartal kedua 2024. Menurut firma hukum itu, sebagian dana pelanggan akan digunakan untuk mewujudkan rencana FTX 2.0.



