Susul FTX, BlockFi Ajukan Permohonan Bangkrut

Share :

Portalkripto.com — Platform pemberi pinjaman kripto, BlockFi, resmi mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan Bab 11 Undang-undang Kepailitan AS, pada Senin, 28 November 2022. Pengajuan itu dilakukan di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat (AS) untuk Distrik New Jersey.

“Kami akan fokus memulihkan semua kewajiban BlockFi, tetapi proses pemulihan dari FTX akan tertunda karena proses kebangkrutan sedang berlangsung,” ujar perusahaan itu dalam pernyataan resminya.

BlockFi telah menjual kripto senilai $239 juta untuk menutupi biaya kebangkrutan. Decrypt melaporkan, perusahaan ini juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 250 dari 370 karyawannya.

Entitas yang termasuk ke dalam pengajuan kebangkrutan itu di antaranya BlockFi, BlockFi Services, BlockFi International, BlockFi Wallet, BlockFi Ventures, BlockFi Trading, BlockFi Lending, BlockFi Lending II, dan BlockFi Investment Product.

BlockFi Memiliki Utang $1 Miliar ke Tiga Kreditur Terbesar

Dokumen kebangkrutan BlockFi mengungkapkan, perusahaan tersebut memiliki utang sebesar $1 miliar ke tiga kreditur terbesarnya. Kreditur terbesar pertama adalah Ankura Trust, yang menyediakan layanan trust service, dengan nilai utang sebesar $729.036.246.

Kreditur terbesar kedua adalah West Realm Shires, perusahaan induk FTX US, dengan nilai utang sebesar $275.000.000. Sementara kreditur terbesar ketiga tidak diungkap identitasnya, dengan nilai utang sebesar $48.561.400.

BlockFi juga menunggak pembayaran denda sebesar $30 juta dari total $100 juta ke Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS. Denda ini dijatuhkan pada Februari 2022 usai BlockFi dinyatakan bersalah karena tidak mendaftarkan produk sekuritas ke SEC.

Empat kreditur terbesar BlockFi yang tercantum dalam dokumen kebangkrutan. (sumber: Bloomberg)

Perusahaan yang didirikan Zac Prince dan Flori Marquez pada 2017 itu juga masih memiliki utang sebesar $1,3 miliar ke 50 kreditur. Menurut dokumen, total kreditur BlockFi mencapai 100.000 orang dan aset serta liabilitas (kewajiban) yang dimiliki sebesar antara $1 miliar hingga $10 miliar.

Jumlah kreditur, aset, dan liabilitas BlockFi yang tercantum dalam dokumen kebangkrutan. (sumber: Bloomberg)

BlockFi juga memiliki pinjaman institusional sebesar $21,7. Dengan jaminan sebesar $19,4, pinjaman institusional BlockFi masih terutang sebesar $2,2 juta.

Hubungan BlockFi dan FTX

BlockFi, yang memberikan layanan earn yield bagi pelanggan yang menyimpan kripto di platformnya, memutuskan untuk menghentikan penarikan pada 11 November lalu, bertepatan dengan pengajuan kebangkrutan oleh exchange kripto FTX.

Pada Juni 2022, sepekan setelah memecat 20% pegawainya, BlockFi mendapatkan bailout atau bantuan kredit bergulir sebesar $250 juta dari perusahaan induk FTX.US, West Realm Shires. Saat itu BlockFi tengah terlilit krisis likuiditas setelah kebangkrutan perusahaan dana lindung Three Arrow Capital.

Nilai bailout FTX untuk BlockFi kemudian bertambah menjadi $400 juta. Aliran modal baru ini kemudian digunakan untuk meningkatkan neraca perusahaan.

BlockFi sempat membantah bahwa mayoritas asetnya disimpan di FTX. Namun, perusahaan itu tak membantah eksposur yang cukup tinggi terhadap dana FTX dan perusahaan terkait seperti Alameda Research.

Hampir Diakuisisi FTX.US

Bankman-Fried memajukan langkahnya dengan pilihan akuisisi terhadap BlockFi dengan nilai kesepakatan maksimal $240 juta. Namun, pada Juli 2022, nilai akuisisi BlockFi dilaporkan turun hingga $25 juta, yang kemudian dibantah oleh CEO BlockFI Zac Prince.

Coindesk melaporkan, FTX.us bersedia menambah nilai akuisisi sebesar $25 juta jika BlockFi mendapatkan izin Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS atas produk BlockFi Yield.

FTX.us juga akan menambah $100 juta lagi jika jumlah aset klien BlockFi bisa mencapai $10 miliar. Syarat ini cukup sulit karena pada akhir kuartal dua 2022, jumlah aset klien BlockFi hanya $4,4 miliar.

Terakhir, FTX.us juga bersedia menambah nilai akuisisi sebesar 25% dari pendapatan operasional tahunan BlockFi hingga maksimal $100 juta. Namun, BlockFi sudah memproyeksikan kerugian pada tahun ini.

Menurut Zac Prince, kesepakatan akuisisi belum bisa dicapai sampai Oktober 2023. Sampai batas waktu itu, katanya, BlockFi memiliki kesempatan untuk menaikkan nilainya dari nilai yang ditawar oleh FTX.