Portalkripto.com — CEO The Currency of the Internet (COTI) Group, Shahaf Bar-Geffen, mengatakan bahwa proyek stablecoin Djed akan diluncurkan di jaringan blockchain Cardano pada Januari 2023.
“Bulan depan adalah tujuan kami untuk meluncurkan mainnet Djed dan Shen. Saat ini, Anda dapat bermain dengan testnet di Djed.xyz.” kata Bar-Geffen dalam sebuah podcast baru-baru ini, dikutip dari ZyCrypto.
Pernyataan itu mempertegas kabar peluncuran Djed yang sebelumnya telah diumumkan oleh COTI dalam Cardano Summit 2022 pada bulan November.
It's official! $Djed will launch on the Cardano Mainnet in January 2023! 🚀$Coti $Ada #Djed pic.twitter.com/cu8ryW6Lo7
— Djed Stablecoin (@DjedStablecoin) November 21, 2022
Bar-Geffen mencatat bahwa peluncuran memakan waktu lama karena pengembang ingin memastikan bahwa stablecoin terintegrasi dengan hardfork Vasil Cardano. Mereka juga mengklaim telah melakukan audit yang memperpanjang waktu penundaan mainnet Djed.
Bar-Geffen juga menyatakan, pengembang melakukan dua audit ketat untuk menguji keamanan smart contract stablecoin.
“Satu hal yang tidak bisa kami lalaikan adalah keamanan. Jika orang tidak tertarik dengan produk…, saya bisa menerimanya. Saya tidak bisa menjalankannya dengan meninggalkan kerentanan keamanan dalam kode tanpa melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan bahwa kami memblokir semua lindung nilai,” katanya.
Trauma Terra Luna
Dalam keterangannya, COTI menyatakan bahwa Djed merupakan stablecoin algoritmik yang nilainya dipatok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mereka juga mengklaim bahwa Djed akan didukung oleh dua native token Cardano, yakni ADA dan SHEN sebagai jaminan.
Pengembang menyebut Djed merupakan over-collateralized stablecoin alias stablecoin dengan jaminan berlebih. Stablecoin dengan jaminan berlebihan adalah stablecoin yang didukung oleh agunan yang melebihi nilai stablecoin. Dalam kasus Djed, ialah ADA dan SHEN.
Kelebihan jaminan berfungsi sebagai penyangga untuk melindungi harga dari fluktuasi pasar dan membantu mempertahankan nilai stablecoin.
Pengembang menerapkan strategi mitigasi dua lapis untuk menjaga penurunan nilai jaminan akibat fluktuasi harga kroto. Jika ADA mengalami penurunan yang signifikan, Djed bisa ikut runtuh. Oleh karena itu, mereka menggunakan SHEN yang akan menanggung fluktuasi harga ADA dan memastikan stabilitas.
Walau telah dirancang sedemikian rupa, Djed yang pada hakikatnya merupakan stablecoin algoritmik tetap tak bisa dilepaskan dari bayang-bayang UST di ekosistem Terra LUNA. Kehancuran model stablecoin UST yang dijamin oleh koin LUNA tetap menjadi kekhawatiran tersendiri bagi komunitas kripto.
Kehancuran LUNA dan UST pada Mei 2022 lalu telah membuat industri dan regulator mewaspadai model stablecoin serupa.
Sejauh ini, tiga stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar – USDT, USDC, dan BUSD – semuanya didukung oleh dolar Treasury AS sebagai cadangan aset mereka.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


