Portalkripto.com — Menurut hasil survei yang dirilis Reserve Cryptocurrency Index (IRCI), wanita Singapura ternyata lebih jagoan dalam perdagangan kripto ketimbang kaum adamnya.
Survei tersebut menyatakan 76% wanita Singapura mendapatkan lebih banyak cuan atau minimal balik modal dalam investasi kripto. Sementara persentase prianya berjumlah lebih sedikit, 72%. Survei dengan jumlah 1500 responden ini dirilis Selasa, 28 Maret 2023.
“Sejak IRCI dirilis di Singapura 2021, ini pertama kalinya wanita dilaporkan lebih unggul dari pria ketika mereka melakukan investasi kripto,” pernyataan IRCI.
Survei tersebut juga menjelaskan jumlah wanita yang berinvestasi kripto tahun ini bertambah dari 30% menjadi 37%. Sementara jumlah prianya malah turun 1% dari 49% tahun lalu.
Temuan lainnya, responden wanita menyatakan mereka berpandangan lebih bullish dengan 24% di antaranya mengalokasikan sedikitnya 20% investasi mereka dalam aset kripto.
“Dalam 12 bulan mendatang, 48 persen responden wanita berencana menambah jumlah investasi dalam portofolio mereka. Kemudian 43 persen lainnya akan menambah jenis investasinya seperti token, DeFi, atau proyek NFT,” menurut hasil survei.
Singapura Optimis
Survei IRCI juga mengukur tingkat optimisme investor kripto di Singapura secara keseluruhan, dengan skor 0 sampai 100. Tahun ini, tingkat optimisme berada di angka 55. Turun enam poin dari tahun sebelumnya. Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi bear market sepanjang 2022 yang diperparah dengan bangkrutnya Terra Luna pada Mei lalu yang berefek domino.
“2022 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri kripto karena faktoe makro ekonomi. Runtuhnya Terra Luna dan FTX dipercaya sebagai faktor utama yang membuat hilangnya keyakinan dan kepercayaan para investor,” jelas CEO IRCI, Lasanka Perera.
Meski kepercayaan investor menyusut, namun adopsi kripto di negara singa tesebut masih menunjukan peningkatan. Dari 1500 responden, 43% menyatakan sudah memiliki investasi kripto, naik tiga persen dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, sejumlah besar responden mengindikasikan bahwa mereka memiliki kepercayaan jangka panjang terhadap aset kripto, dengan 48% menyatakan untuk meningkatkan portofolio mereka saat ini.
“Dengan memperhatikan situasi keuangan global baru-baru ini, banyak juga investor yang mengevaluasi kembali ketergantungan mereka pada lembaga keuangan tradisional untuk melindungi uang mereka dan mulai beralih ke aset alternatif seperti Bitcoin untuk melakukan lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang,” tambah Perera.
“Jadi sangat menggembirakan melihat optimisme mereka terhadap manfaat jangka panjang dari aset kripto yang tetap kuat di Singapura,” tukas dia.
Perera juga mengatakan kepercayaan jangka panjang investor terhadap aset kripto ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mendukung tumbuhnya industri terkait.
“Singapura adalah salah satu negara yang memiliki regulasi paling jelas untuk industri kripto. Seiring dengan inovasi aset digital yang terus tumbuh, pemerintah pun meningkatkan kesadaran warganya lewat jalur pendidikan. Hal ini yang menjadi nilai tambah bagi para investor,” pungkas Perera.


