Sentimen Market Crypto Anjlok ke Titik Terendah, Pasar Alami Ketakutan Extreme

Market Crypto extreme fear
Share :
Ringkasan Berita

  • Sentimen market crypto turun ke level terendah dalam lebih dari 3,5 tahun.
  • Crypto Fear & Greed Index jatuh ke skor 5, menandakan kondisi extreme fear.
  • Bitcoin sempat menyentuh area US$60.000, terendah sejak Oktober 2024.
  • BTC telah turun 38% dari puncak 2026 dan 50% dari all-time high.
  • Lebih dari 588.000 trader terlikuidasi dengan nilai mencapai US$2,7 miliar.

 

Sentimen market crypto jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga setengah tahun, seiring harga Bitcoin terkoreksi dua digit hingga mendekati US$60.000.

Crypto Fear & Greed Index turun ke skor 5 dari 100 pada Jumat, 6 Februari 2026, yang menandakan kondisi “extreme fear” di pasar. Angka ini merupakan yang terendah sejak Juni 2022, periode ketika pasar kripto terpuruk pasca runtuhnya ekosistem Terra sebulan sebelumnya.

Indeks sentimen tersebut telah bertahan di level rendah selama dua pekan terakhir, seiring Bitcoin (BTC) anjlok 38% dari puncak 2026 di US$97.000 hanya dalam tiga minggu. Penurunan ini sekaligus menghapus seluruh kenaikan harga yang tercipta selama 16 bulan terakhir.

Fear and greed index crypto market. Sumber: CMC

Bitcoin Sentuh Level Terendah Sejak Oktober 2024

Berdasarkan pantauan di Tradingview, pada perdagangan awal Jumat pagi, Bitcoin sempat turun ke sedikit di atas US$60.000, ke level terendah sejak Oktober 2024. Saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran US$64.000 setelah jatuh 13% dalam 24 jam terakhir, kehilangan lebih dari US$10.000—penurunan harian terbesar sejak pertengahan 2022.

Tekanan jual juga mendorong Bitcoin menembus ke bawah exponential moving average (EMA) 200-minggu, indikator tren jangka panjang yang sebelumnya hanya ditembus pada fase terdalam pasar bearish. Dari rekor tertingginya di US$126.000 pada awal Oktober, Bitcoin kini telah turun sekitar 50%.

BACA JUGA: Forecast Pergerakan Bitcoin Setelah Anjlok ke $62 Ribu

Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 588.000 trader terlikuidasi dengan total kerugian mencapai US$2,7 miliar, di mana 85% di antaranya merupakan posisi long berleverage, mayoritas pada Bitcoin, menurut data CoinGlass.

Saham Teknologi dan Sikap The Fed Picu Tekanan

Kepala Analis CoinEx Research, Jeff Ko, menyebut penurunan Bitcoin lebih dari 20% dalam sepekan terjadi bersamaan dengan aksi jual di saham-saham teknologi Amerika Serikat. Menurutnya, valuasi yang sudah terlalu tinggi serta kekhawatiran akan gelembung berbasis kecerdasan buatan (AI) telah lama menjadi sorotan pasar.

“Bahkan Amazon mencatatkan penurunan dua digit dalam semalam setelah merilis laporan kinerja yang beragam,” ujar Ko. Ia menambahkan bahwa investor kini semakin mempertanyakan peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai, terutama jika dibandingkan dengan emas.

Sementara itu, Direktur LVRG Research Nick Ruck menilai kejatuhan Bitcoin dan pelemahan pasar secara luas dipicu oleh meningkatnya aversi risiko. Hal ini didorong oleh sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS, termasuk kenaikan klaim pengangguran, yang memunculkan keraguan terhadap kekuatan ekonomi berkelanjutan serta potensi sikap hati-hati The Federal Reserve dalam memangkas suku bunga secara agresif.