Sentimen Bullish Bitcoin Catat Rekor Tertinggi Setelah ATH

Share :

Portalkripto.com — Sentimen positif terhadap Bitcoin (BTC) terus mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Data Bitcoin Fear & Greed Index menunjukkan kondisi pasar ada dalam kategori greed dengan angka 68 per 21 Maret 2023. Indikator greed di level tersebut terakhir kali terlihat setelah BTC menyentuh harga all time high (ATH) pada November 2021 lalu.

Tren kenaikan grafik Bitcoin Fear & Greed Index ini terjadi sejak beberapa hari ke belakang. Data alternative.me menunjukkan bahwa tren sentimen positif sudah terjadi sejak pertengahan Maret pekan lalu.

 

Terakhir kali sentimen greed ada di zona selevel tercatat pada pada 16 November 2021. Saat itu, indeks menunjukkan angka 71. ATH Bitcoin sendiri berdasarkan data CoinMarketCap terjadi pada 10 November 2021 di mana BTC menyentuh harga jual $64.000 per keping.

Tingginya level keserakahan pelaku pasar ini sejalan dengan tren bullish yang ditunjukkan BTC dalam beberapa hari terakhir. Pada 20 Maret, harga BTC sempat menyentuh angka $28.400. Setelah sempat turun sebentar, saat ini, BTC kini diperdagangkan di kisaran $27.900 per keping.

Secara year to date (YTD), Bitcoin telah naik 65â„… sepanjang 2023. Dominasi BTC di pasar kripto juga telah naik hampir 10% sejak awal Maret dari 42,4% menjadi 46,4%.

Level kenaikan harga Bitcoin ini jauh melampaui pergerakan aset di bursa saham. Beberapa saham yang kerap menjadi rujukan, seperti S&P 500 cuma naik 3% secara YTD, sementara Nasdaq Composite naik 12,4%. Harga emas dunia (XAU) naik 8,36% namun masih jauh di bawah BTC.

Beberapa Pemicu

Sentimen bullish yang meningkat terhadap Bitcoin ini dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kondisi makro ekonomi yang membuat Bitcoin semakin diminati sebagai aset hedge fund di tengah gejolak ekonomi akibat rentetan krisis perbankan yang terjadi di AS dan Eropa.

Kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank di AS membuat pemerintah mengambil kebijakan bailout. Kebijakan ini dikhawatirkan memicu inflasi lantaran terbuka potensi pemerintah federal akan mencetak duit triliunan untuk mendanai bailout kedua bank tersebut.

Di Eropa, ada Credit Suisse yang secara mengejutkan kolaps dan kini sedang berada dalam tahap akuisisi. Kejatuhan Credit Suisse ini semakin mengikis kepercayaan publik terhadap perbankan dan mendorong mereka untuk menarik dana simpanannya dari perbankan.

Paceklik makro ini juga membuat kebijakan kenaikan suku bunga hawkish bank sentral AS, The Fed, terancam. Data CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed kuat di 25 basis poin yang akan diumumkan dalam Federal Open Market Committee (FOMC) 21-22 Maret mendatang. Bank raksasa Goldman Sachs bahkan memprediksi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga.

 

Kenaikan suku bunga 25 bps atau tanpa kenaikan akan menjadi angin segar buat Bitcoin yang kemungkinan dapat memompa pergerakan harga aset kripto nomor wahid di kolong jagat ini naik lebih tinggi.

Data Pergerakan On Chain

Tren bullish yang melanda Bitcoin ini turut memicu pergerakan sejumlah pemain besar Bitcoin di pasaran. Para penambang dan whale tampak mulai menggerakkan aset dari dompet mereka dan dalam posisi siap untuk melakukan transaksi.

Data CryptoQuant mencatat Miners Position Index (MPI) ada di zona hijau dalam beberapa hari terakhir. Ini menandakan bahwa penambang mulai memindahkan BTC mereka keluar dari wallet. Ada kemungkinan bahwa koleksi mereka dipindahkan ke exchange, yang berarti bahwa BTC mereka siap untuk dijual atau ditukar dengan altcoin.

Perpindahan inflow ke exchange ini juga terkonfirmasi dari grafik Exchange Reserve. Data CryptoQuant, Exchange Reserve BTC telah naik sejak 12 Maret yang menandakan cadangan BTC yang ada di bursa kripto semakin bertambah.

Exchange Netflow yang mengukur arus keluar-masuk Bitcoin dari dan ke exchange kripto juga ada di zona hijau sejak 12 Maret. Artinya, terdapat lebih banyak BTC yang masuk ke exchange ketimbang yang keluar.

 

Data pergerakan on chain Bitcoin ini dapat memberi gambaran bagi pelaku pasar untuk mengantisipasi kemungkinan arah gerak harga sebelum memutuskan aksi jual-beli terhadap BTC.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.