Portalkripto.com — Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS melayangkan gugatan terhadap Terraform Labs dan pendirinya, Do Kwon. Entitas kripto itu dituding melakukan penipuan sekuritas kripto senilai miliaran dolar.
SEC diketahui telah membuka investigasi terhadap kehancuran ekosistem Terra pada Juni 2022. Namun baru sembilan bulan setelah Terra kolaps, lembaga tersebut resmi mengajukan gugatan.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Jumat, 17 Februari 2023, SEC mengatakan Kwon dan Terraform Labs telah melakukan penawaran dan penjualan sekuritas aset kripto dalam transaksi yang tidak teregistrasi. Artinya, SEC menganggap stablecoin TerraUSD (UST) dan token LUNA, yang saat ini sudah menjadi USTC dan LUNC, adalah sekuritas.
Today we charged Singapore-based Terraform Labs PTE Ltd and Do Hyeong Kwon with orchestrating a multi-billion-dollar crypto asset securities fraud involving an algorithmic stablecoin and other crypto asset securities.
— U.S. Securities and Exchange Commission (@SECGov) February 16, 2023
SEC mengklaim, Do Kwon meminta investor untuk berinvestasi di UST dan produk Terraform Labs lainnya dengan iming-iming kenaikan harga. Aksi tersebut dilakukan Terra dalam periode April 2018 sampai Mei 2022.
“Seperti yang dituduhkan dalam gugatan kami, ekosistem Terraform tidak terdesentralisasi, bukan juga platform keuangan. Itu hanyalah penipuan yang didukung oleh apa yang disebut ‘stablecoin’ algoritmik — yang harganya dikendalikan oleh para tergugat,, ”kata Direktur Divisi Penegakan SEC, Gurbir S. Grewal.
SEC juga menargetkan mAssets (mirrored assets), token derivatif kripto versi ‘mirror’ dari harga saham perusahaan publik asli. SEC ikut membidik penerbitan Mirror (MIR), token tata kelola protokol Mirror yang mencantumkan mAssets, oleh Terraform.
Ketua SEC Gary Gensler telah mengeluarkan pernyataan terpisah terkait gugatan lembaganya terhadap Terraform Labs. Menurutnya, perusahaan kripto itu gagal memberikan informasi yang sebenarnya kepada publik terkait stablecoin UST dan token LUNA.
“Kami juga menduga mereka telah melakukan penipuan dengan terus memberikan pernyataan palsu dan menyesatkan untuk membangun kepercayaan (investor), sebelum akhirnya memicu kerugian besar investor,” ujarnya.
Gugatan setebal 55 halaman tersebut diajukan ke Pengadilan Distrik Selatan New York. Tuduhan yang dituliskan adalah pelanggaran registrasi dan penipuan yang tercantum dalam Securities Act dan Exchange Act.
“Kasus ini menunjukkan sejauh mana beberapa perusahaan kripto akan menghindari kepatuhan terhadap undang-undang sekuritas,” tambahnya.
Kejatuhan Ekosistem Terra
Pada Mei 2022, stablecoin UST mengalami depegging parah, jauh di bawah 1$. Karena UST bekerja dengan menggunakan algoritma, depegging stablecoin itu ikut menyeret LUNA sebagai token penyeimbangnya.
LUNA/UST terus anjlok hampir $0 dan dijadikan LUNC/USTC setelah Do Kwon melakukan hard fork blockchain Terra beberapa bulan setelahnya. Kehancuran ekosistem Terra menghanguskan dana investor lebih $40 miliar.

Pergerakan harga LUNA, yang kini menjadi LUNC, dalam setahun terakhir. (sumber: CoinMarketCap)
Do Kwon sebagai pencipta UST dan LUNA, saat ini diyakini tengah berada di Serbia. Sejak otoritas Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan, Do Kwon menghilang dari rumahnya di Singapura dan berpindah-pindah tempat, diduga karena menghindari kejaran penegak hukum.


