Selisik Dampak Hasil Sidang Ripple vs SEC terhadap XRP dan Ekosistem Kripto

Share :

Portalkripto.com — Sengketa antara Ripple Labs dengan Securities and Exchange Commission (SEC) sudah memasuki babak akhir. Hasil sidang sengketa yang telah berlangsung sejak 2020 lalu tersebut digadang-gadang bakal membawa dampak struktural bagi XRP dan ekosistem kripto secara umum.

Sejumlah prediksi yang mengemuka menyebut sengketa Ripple vs SEC ini bakal rampung di paruh pertama, atau bahkan kuartal pertama tahun 2023. Saat ini, sengketa antara kedua belah pihak sudah memasuki babak akhir. Baik Ripple maupun SEC sudah mengikuti seluruh tahapan litigasi di pengadilan Amerika Serikat (AS).

Bola panas keputusan sengketa ada di tangan Analisa Torres, hakim Distrik Selatan New York yang memimpin penanganan perkara. Waktu yang akan menjawab tentang hasil putusan sengketa serta bagaimana putusan tersebut berpengaruh terhadap Ripple maupun XRP dan ekosistem kripto secara umum.

Bagaimana Dampaknya?

Praktisi hukum sekaligus pendiri outlet media CryptoLaw, John Deaton, meyakini hasil dari putusan hukum sengketa Ripple vs SEC ini akan memiliki dampak yang lebih luas daripada yang diperkirakan. Deaton meyakini akan ada tiga skenario putusan hukum yang memiliki konsekuensinya sendiri-sendiri.

Pertama, jika hakim memutuskan SEC sebagai pemenang, maka kampanye pengetatan dan penegakan regulasi kripto yang dipimpin langsung Gary Gensler akan mendapatkan kredibilitas dan momentum. Mengingat posisi AS sebagi episentrum, parade regulasi ini kemungkinan besar bakal menjalar ke belahan dunia lain.

Kedua, jika Ripple menang, maka momen ini akan menjadi tamparan keras buat SEC. Kredibilitas lembaga akan menurun lantaran tudingan bahwa XRP adalah sekuritas tidak menemukan legitimasi legalnya. Ada juga kemungkinan Gary Gensler bakal keluar dari SEC, dengan cara mundur atau ditendang. Kampanye pengetatan regulasi kripto juga kemungkinan bakal kehilangan momentum.

Ketiga, dia mengajukan skenario di mana hakim Torres membagi kue kemenangan semu sama rata antara SEC dan Ripple. Torres akan memutuskan bahwa pada titik tertentu, Ripple “menawarkan” sekuritas yang tidak terdaftar sesuai tudingan SEC. Tetapi label sekuritas tersebut tidak akan dijatuhkan pada token XRP. Intinya, putusan hakim akan mengambang.

Terlepas dari hasilnya nanti, dia menilai kasus Ripple vs SEC adalah “titik nol” dan akan menjadi preseden yang signifikan. Hasilnya juga akan menjadi amunisi dalam pembahasan regulasi kripto di Kongres AS, di mana beberapa regulasi terkait kripto kemungkinan bakal diperkenalkan tahun ini.

Gary Gensler sendiri mengklaim bahwa sebagian besar mata uang kripto adalah sekuritas berdasarkan standar Howey Test 1946. Sepanjang kariernya di SEC, mantan dosen blockchain di Massachusetts Institute of Technology (MIT) ini telah mengajukan lebih dari 100 tuntutan hukum yang membuat beberapa perusahaan kripto didenda karena pelanggaran sekuritas, di mana beberapa di antaranya mesti membayar denda senilai $100 juta.

Optimisme Kemenangan Ripple

Setelah melewati rangkaian panjang perjalanan sengketa, para petinggi Ripple saat ini nampak optimistis. Salah satu momen kunci yang mengembuskan optimisme di tubuh Ripple adalah kemenangan atas sengketa Dokumen Hinman. Dokumen tersebut menjadi senjata kontra argumen untuk mematahkan tudingan bahwa XRP adalah sekuritas.

Dokumen Hinman berisi email dan sejumlah draft pidato William Hinman, mantan direktur keuangan perusahaan di SEC pada 2017-2020. Salah satu hal penting yang ada dalam dokumen Hinman ialah pernyataan eks SEC tersebut tentang klasifikasi Ether (ETH).

Pada 14 Juni 2018 saat berbicara di Yahoo Finance All Markets Summit: Crypto di San Francisco, Hinman menilai bahwa ETH masuk kategori non-sekuritas.

“Berdasarkan pemahaman saya tentang keadaan Ether saat ini, jaringan Ethereum dan strukturnya yang terdesentralisasi, penawaran dan penjualan Ether saat ini bukanlah transaksi sekuritas,” kata Hinman saat itu.

Pihak Ripple selaku penerbit koin XRP menggunakan statement ini sebagai pembelaan atas tudingan SEC yang menyatakan bahwa XRP merupakan unit sekuritas. SEC juga menyeret Ripple ke meja hijau lantaran perusahaan itu dianggap melanggar ketentuan pendaftaran undang-undang sekuritas federal.

SEC sempat keberatan dengan penggunaan dokumen Hinman sebagai dasar pembelaan Ripple. Namun keberatan itu ditolak pengadilan. Pada 29 September 2022, hakim Analisa Torres memutuskan untuk merilis dokumen Hinman.

Kemenangan dalam sengketa Dokumen Hinman ini menjadi bensin bagi Ripple untuk semakin memuntahkan angkara murka atas tudingan SEC. Pengacara Ripple, Stuart Alderoty menyatakan kemenangan tersebut membuat Ripple makin di atas angin.

“Saya selalu merasa baik tentang argumen hukum kami, dan saya merasa lebih baik sekarang. Saya selalu merasa buruk tentang taktik SEC, dan saya merasa lebih buruk tentang mereka sekarang,” ujar Stuart Alderoty pada Oktober 2022.

Tak mau ketinggalan, bos Ripple Brad Garlinghouse ikut-ikutan memamerkan optimismenya. Dia mengatakan bahwa Ripple sudah sangat jelas menggenggam fakta dalam sengketa penuh drama itu.

“Dari awal saya pikir sudah sangat jelas bahwa fakta ada di pihak kita, bahwa hukum ada di pihak kita,” katanya belum lama ini.

Garlinghouse melangkah lebih jauh, dia mencemooh SEC dengan menyebutkan bahwa perilaku lembaga tersebut selama bertahun-tahun ini “memalukan”. Tindakan SEC itu dibilang memalukan baginya sebagai warga negara AS.

“Perilaku SEC dalam beberapa hal memalukan sebagai warga negara AS. Hanya beberapa hal yang telah terjadi, seperti sedang membuat lelucon.”

Bagaimana Jika Kalah?

Walau Ripple optimistis dengan kemenangan dan argumen Dokumen Hinman, Gensler nampaknya enggan menyerah begitu saja. Dia masih punya siasat lain untuk bermain api dan teguh pada pendiriannya bahwa XRP–dan juga kripto lain–adalah sekuritas.

Dalam sebuah acara yang diselenggarakan Practicing Law Institute pada September 2022, Gensler mengatakan bahwa “sebagian besar” token kripto adalah sekuritas. Lebih jauh, dia juga mengisyaratkan bahwa ETH dapat dikategorikan sebagai sekuritas.

Gensler mengatakan kepada wartawan bahwa mekanisme staking kripto yang memberi reward laiknya bunga perbankan, harus dihitung sebagai penawaran sekuritas. Ethereum, yang juga menawarkan opsi staking pada jaringan kena babat argumen Gensler.

Satu-satunya mata kripto yang diakui SEC sebagai bukan sekuritas adalah Bitcoin. Gensler sebelumnya menyatakan bahwa kripto terbesar di dunia itu tidak di bawah kendali kelompok atau individu tertentu, yang berarti investor Bitcoin tidak bertaruh pada perantara.

Bila argumen Gensler diamini hakim, maka hal tersebut bakal jadi preseden buruk bagi Ripple dan komunitas kripto secara umum. Pembawa acara Fox Business, Charles Gasparino mengatakan kemenangan SEC akan membuat seluruh industri kripto berdarah-darah.

“Komunitas kripto [akan] melihat pertumpahan darah jika SEC menang melawan Ripple dalam bentuk lebih banyak pengawasan yang akan berdampak pada hampir setiap sektor termasuk bisnis exchange mengingat keinginan Gary Gensler untuk memaksa pendaftaran setiap koin kecuali BTC.”

Yang perlu diperhatikan juga adalah tweet terbaru Gasparino yang mengacu pada pertukaran crypto Amerika terbesar. Wartawan menegaskan bahwa Coinbase sudah mengembangkan rencana untuk bertahan dari tindakan keras peraturan oleh SEC:

“Coinbase memberi tahu Fox Business bahwa mereka sedang mengembangkan rencana untuk bertahan dari tindakan keras peraturan SEC terhadap aset digital menggunakan broker-dealer untuk memperdagangkan koin yang terdaftar sebagai sekuritas. Perpindahan dianggap sebagai kasus SEC v Ripple; Kemenangan SEC dapat memaksa koin selain BTC untuk mendaftar.”

Bos Ripple dalam sebuah wawancara dengan Axios di acara Collision 2022 memaparkan skenario yang akan terjadi bila Ripple dinyatakan kalah dan XRP dianggap sebagai sekuritas. Dia cukup yakin bahwa Ripple dan XRP masih akan berumur panjang. Kekalahan menurutnya akan membuat Ripple dan XRP dilarang dan ditendang dari AS, namun masih dapat diperdagangkan di ratusan negara lain.

“Jika Ripple kalah, apakah ada yang berubah? Ini pada dasarnya hanya status quo. Ripple masih tumbuh dengan sangat cepat,” kata Garlinghouse.

Dia menambahkan bahwa investor tidak dapat memperdagangkan XRP di AS di kebanyakan platform. Pukulan ini sebetulnya telah dirasakan Ripple. Coinbase, misalnya, melakukan delisting token XRP segera setelah SEC mengajukan gugatan terhadap Ripple. Namun bursa lainnya, seperti Kraken, masih memperdagangkan XRP berdasarkan data CoinMarketCap.

Garlinghouse juga sudah menyiapkan exit plan bila kemudian nantinya Ripple keok. Perusahaan yang berbasis di San Francisco berencana minggat ke Singapura atau Jepang. Opsi lainnya adalah Swiss, Inggris, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Jauh-jauh hari sebelumnya, Garlinghouse juga cukup pede dengan perkembangan Ripple. Menurutnya 95% pelanggan Ripple berada di luar negeri. Warga AS yang jadi pelanggan jumlahnya cuma minoritas.

“95% pelanggan kami bukan pelanggan warga AS, dan hanya sekitar 5% yang ada di sini di AS,” kata Garlinghouse.

Bukan Cuma tentang Ripple dan XRP

Walau Ripple sudah mengantisipasi kekalahan, namun hasil persidangan Ripple vs SEC ini kemungkinan akan menimbulkan goncangan, bukan cuma bagu Ripple dan SEC, namun bagi seluruh ekosistem kripto.

Garlinghouse mengatakan banyak yang dipertaruhkan jika perusahaannya tidak memenangkan gugatan tersebut. Ripple telah menyatakan bahwa perusahaan berjuang tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk seluruh industri kripto, untuk menghindari regulasi yang berlebihan dari SEC yang kemungkinan bakal diikuti regulator-regulator lain di seluruh dunia.

“Kasus ini penting, tidak hanya untuk Ripple; ini penting untuk seluruh industri kripto di Amerika Serikat,” katanya. “Itu benar-benar negatif untuk kripto di Amerika Serikat.”

Jika Ripple kalah, sebagian besar token diperdagangkan pada platform di A.S. akan dianggap sekuritas, kata Garlinghouse. Artinya platform tersebut harus mendaftar ke SEC sebagai dealer broker.

Di sisi lain, bila Ripple mampu mempertahankan diri melawan gugatan SEC, hal tersebut dapat dianggap sebagai kemenangan yang signifikan bagi perusahaan serta sentimen yang menguntungkan bagi XRP. Terlepas dari kenyataan bahwa Ripple cukup berhasil selama proses persidangan, hasil akhir dari gugatan tersebut masih belum diketahui.