Portalkripto.com — Bekas CEO Exchanges FTX Sam Bankman-Fried dilaporkan diam-diam berinvestasi ke sebuah media kripto Amerika Serikat (AS), The Block. Menurut laporan Axios, investasi itu diberikan perusahaan trading SBF, Alameda Research, lewat CEO The Block, Michael McCaffrey.
Salah satu pendanaan dari Alameda sebesar $16 juta bahkan disebut digunakan untuk membeli sebuah apartemen di Kepulauan Bahama untuk McCaffrey. Sampai saat ini McCaffrey belum memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.
Axios mengatakan, para karyawan The Block diduga pada awalnya tidak mengetahui hal ini. Namun, setelah investasi SBF terungkap, banyak yang mengkhawatirkan media tersebut terlibat dalam konflik kepentingan.
“Kabar ini mengejutkan sekaligus mengecewakan untuk tim pimpinan The Block. Keputusan Mike (McCaffrey) untuk mengambil pinjaman dari SBF dan tidak mengungkapnya, menunjukkan kurangnya pemikiran ke depan. Hal ini menurunkan reputasi dan kredibilitas The Block, terutama reporter dan peneliti kami, serta upaya kami dalam mengutamakan transparansi di industri ini,” ujar kepala pendapatan The Block, Bobby Moran.
“Reaksi pertama saya mendengar ini adalah marah, frustasi, dan memikirkan rekan-rekan saya. Semua orang telah bekerja keras dalam beberapa tahun terakhir ini, sejak sebelum saya bergabung dan selama saya di sini, untuk bersikap adil, akurat, dan independen dalam peliputan mereka,” ungkapnya.
Investasi SBF untuk The Block
The Block didirikan pada 2018 dan McCaffrey didapuk sebagai CEO sejak 2020. Pada April 2021, 100% saham The Block resmi dimiliki karyawannya dengan McCaffrey sebagai pemegang saham mayoritas,
Menurut laporan Axios, perusahaan media ini sempat menerima pendanaan sebesar $4 juta dari sejumlah pemodal ventura termasuk Greycroft, Pantera, BlockTower Capital, dan Bloomberg Beta. Sementara sebagian besar pendapatan The Block berasal dari iklan dan biaya langganan, sekitar $20 juta per tahun.
Pada Februari tahun lalu, McCaffrey mulai melakukan pembicaraan dengan SBF terkait investasi. Sejumlah perusahaan Limited Liability Company (LLC) yang dikelolanya dilaporkan berhasil mendapatkan total tiga pinjaman dari Alameda.
Dana pinjaman pertama diberikan Alameda ke perusahaan MJMCCAFFREY pada April 2021 sebesar $12 juta dan digunakan untuk mendanai buyout The Block. Dana pinjaman kedua diberikan ke perusahaan Lonely Road sebesar $15 juta pada Januari 2022 dan digunakan untuk memodali The Block.
Dana pinjaman ketiga diberikan Alameda ke perusahaan Read Sea sebesar $16 juta pada pertengahan 2022. Dana ini yang kemudian dilaporkan digunakan untuk membeli apartemen bagi McCaffrey di Kepulauan Bahama.
“Tepat sebelum Thanksgiving, Mike memberi tahu saya bahwa pada awal 2021 dia sedang mengevaluasi cara untuk menggabungkan, menjual, atau merestrukturisasi The Block,” tulis Moran dalam sebuah blog.
“Mike memutuskan untuk merestrukturisasi The Block dengan memperoleh pembiayaan dalam bentuk pinjaman dari Sam Bankman-Fried ke sejumlah perusahaan LLC yang dimiliki dan dikendalikan Mike. Pinjaman sebesar $27 juta tersebut diberikan oleh Alameda Research dan dana tersebut digunakan untuk melakukan restrukturisasi dan memberikan modal kerja untuk The Block,” tambahnya.
Pada Jumat, 9 Desember 2022, Moran mengonfirmasi, McCaffrey telah mengundurkan diri sebagai CEO dan mundur dari dewan direksi The Blocks. McCaffrey diketahui menjadi satu-satunya pimpinan yang masuk dalam jajaran dewan direksi media massa itu sejak April 2021.
Moran akan mengambil alih posisi McCaffrey sebagai CEO dan melakukan proses restrukturisasi. Moran juga akan masuk dewan direksi The Block dan menambah dua posisi baru di dalamnya.
Menurut Moran, seluruh pemimpin The Block memutuskan untuk terus bertahan dan perusahaan akan tetap beroperasi dan mempublikasikan berita.
Sikap Bias Media AS Terhadap SBF
Meski The Block mengaku tak tahu menahu soal investasi SBF dan hal itu diklaim tidak mempengaruhi independensi peliputannya, sejumlah media mainstream AS dinilai masih malu-malu memberitakan perkara sang mantan miliarder kripto. Tak seperti biasanya, Wall Street Journal, New York Times, hingga Washington Post tampak tak bernyali dan ganas dalam memposisikan pandangannya.
Cancel Culture has wiped out a lot of people yet the @WSJ and @nytimes still trying to rehab and protect the imagine of Sam Bankman-Fried. So many young people looking to make their way in life have been wiped out.
The "elites" protect their own even under a microscope. pic.twitter.com/ZaUjLi7TTz
— Charles V Payne (@cvpayne) November 24, 2022
Cointelegraph melaporkan, Wall Street Journal memilih untuk mempublikasikan artikel tentang kegiatan donasi SBF dan mengabaikan fakta bahwa ia telah menyalahgunakan dana pelanggan FTX. WSJ menyebut banyak penerima donasi yang terdampak keruntuhan FTX dan mengesampingkan banyaknya pelanggan FTX yang juga kehilangan dana hingga miliaran dolar.
Sementara Washington Post justru meliput soal aksi SBF dan saudaranya, Gabe, dalam memerangi pandemi Covid-19 sejak 2020. Padahal, dampak dari keruntuhan FTX bisa sampai mengguncang pasar kripto dan melumpuhkan beberapa perusahaan lain.
Forbes juga memberitakan soal CEO Alameda Research, Caroline Ellison, dengan embel-embel pujian yang berlebihan. Ellison disebut mahasiswa jenius dari Stanford yang seolah ’dikambinghitamkan’ dalam bencana FTX.
I can't believe mainstream media is still running stories about Sam Bankman-Fried without a single mention of his criminality.
This is a con man who perpetrated a historic fraud. He stole billions of dollars from unsuspecting victims. How is that not the lead of every story?? 🤬
— Jake Chervinsky (@jchervinsky) November 27, 2022
Ada framing yang seolah menunjukkan bahwa bencana FTX adalah sebuah ketidaksengajaan yang dilakukan oleh seorang altruis, alih-alih sebuah kesalahan yang disebabkan oleh buruknya manajemen perusahaan. Media masih berlomba-lomba menjaga image si tokoh utama.
Sikap bias media mainstream terhadap SBF dinilai menunjukkan besarnya pengaruh mantan CEO itu di luar industri kripto. Tak ada sentimen yang mengarah pada desakan bahwa SBF harus segera bertanggungjawab atas segala perbuatannya.


