Robert Kiyosaki Prediksi USD Akan Crash di Januari 2023, Investor Beralih ke BTC?

Share :

Portalkripto.com — Setelah Bank Sentral Amerika Serikat atau The fed menaikkan suku bunga ke level historis, dolar (USD) bereaksi positif. Naik namun dengan mengorbankan mata uang global lainnya, terutama Pound Sterling Inggris yang menukik tajam terhadap dolar.

Terlepas dari kinerja USD yang kuat, penulis buku terkenal ‘Rich Dad, Poor Dad’ Robert Kiyosaki, percaya bahwa kekuatan mata uang AS akan berumur pendek.

Dalam sebuah cuitannya pada 1 Oktober, Kiyosaki mencatat bahwa dolar akan berpotensi jatuh pada awal 2023. Dia menyarankan bahwa perak kemungkinan menjadi aset alternatif sebagai nilai lindung terhadap kemungkinan jatuhnya dolar.

“Akankah dolar AS mengikuti Pound Sterling Inggris? Saya percaya itu akan terjadi. Saya percaya dolar AS akan jatuh pada Januari 2023 setelah Fed melakukan pivot. Untuk mendapatkan keuntungan dari jatuhnya US$, saya membeli lebih banyak Buffalo perak AS. Perak sangat murah,” kata Kiyosaki.

Dalam tweet sebelumnya, Kiyosaki juga menyarankan agar AS dan Inggris berbagi ikatan historis yang mungkin meluas ke pasar keuangan.

Kemungkinan Kehancuran Pasar

Prediksi Kiyosaki terhadap USD ini disampaikan setelah dia sebelumnya memperingatkan bahwa pasar global kemungkinan akan mengalami bencana kehancuran. Ditambahkannya, investor harus mulai menjelajah ke mata uang kripto sebelum mereka merebut USD.

Secara umum, nilai mata uang sejumlah negara jatuh terhadap USD karena bank sentral masing-masing negara berusaha untuk mengikuti kebijakan Fed. The Fed tampaknya akan melanjutkan kenaikan suku bunga karena jika menurunkannya akan menyebabkan inflasi yang meroket.

Jika dilihat dari riwayatnya sepanjang 2022, kenaikan suku bunga memang terus meningkat. Dari 0,25% hingga 0,75% dalam empat kali kenaikan.

The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli, serta yang terakhir pada September lalu sebesar 0,75%.

Menariknya, dolar yang kuat menyebabkan kerugian mata uang fiat global lainnya, dengan sebagian besar investor beralih ke Bitcoin (BTC) sebagai lindung nilai.

Diberitakan sebelumnya pada 28 September, data pasar menunjukkan bahwa investor Inggris beralih ke Bitcoin karena nilai Pound Sterling terhadap dolar menukik tajam.

Turunnya Pound yang cepat terhadap dolar AS, membuat volume perdagangan BTC/GBP meroket.

Data dari Bitfinex dan Bitstamp menunjukkan bahwa volume perdagangan BTC/GBP naik lebih dari 1.100% pada Senin, 26 September 2022.

Seperti yang dicuit oleh Kepala Riset CoinShares, James Butterfill, volume BTC/GBP pada 26 September melonjak menjadi lebih dari $881 juta. Padahal volume harian rata-rata hanya sekitar $70 juta selama kira-kira dua tahun terakhir.

AS Sudah Ancang-ancang

Terlepas apakah prediksi Kiyosaki akan benar terjadi, pemerintah AS sendiri semakin serius mengurus aset kripto.

Pemerintahan Joe Biden mendesak kongres untuk mempercepat penerbitan kerangka regulasi untuk kripto dan aset digital menyusul laporan PBB yang memperingatkan resesi global yang diinduksi The Fed.

Para pejabat di AS memperingatkan bahwa penundaan lebih lanjut dapat membahayakan investor.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.