Portalkripto.com — Eks CEO FTX Sam Bankman-Fried (SBF) berencana memberikan testimoni dengan menyalahkan semua pihak kecuali dirinya sendiri soal keruntuhan exchange-nya. Hal itu terungkap dalam salinan dokumen testimoni yang diperoleh Forbes.
Dalam dokumen itu SBF disebutkan menimpakan kebangkrutan FTX kepada CEO yang baru, penasihat hukumnya, firma hukum yang mengurus kepailitan FTX, dan CEO Binance. Sementara dia sendiri menyatakan tak melakukan kesalahan apapun.
Dokumen tersebut sedianya akan disampaikan SBF di hadapan Kongres Amerika Serikat secara daring pada 13 Desember. Namun testimoninya batal digelar karena dia keburu ditangkap pada 12 Desember.
SBF mengklaim bahwa dua entitas yaitu FTX.US dan Alameda Research yang berbasis di AS masih solvent meskipun keduanya menjadi bagian dari kebangkrutan Bab 11 yang diajukan pada 11 November.
“Saya sebenaranya tidak berharap mengklik tombol pada Docusign pada pukul 4:30 pagi, meninggalkan beberapa FTX di bawah kepemimpinan yang merusak,” tulis SBF dalam testimoninya.
Salahkan CEO Binance
Dia kemudian menyalahkan CEO FTX penggantinya, John J. Ray III, karena telah memasukan FTX.US dalam kebangkrutan Bab 11. SBF menulis bahwa pelanggan Amerika masih dilindungi, hingga tim dari Ray mengambil alih kasus tersebut.
Sebaliknya Ray bersikap sangat kritis terhadap SBF dan keterampilan manajemennya. Dalam kesaksiannya untuk sidang investigasi FTX, Ray mengatakan bahwa selama bertahun-tahun bekerja sebagai pengacara restrukturisasi, dia belum pernah melihat kegagalan total kontrol perusahaan di setiap tingkat organisasi. Kegagalan itu dimulai dari amburadulnya laporan keuangan hingga kegagalan total dari kontrol internal.
Setelah menyalahkan Ray, SBF juga menuding firma hukum Sullivan & Cromwell sebagai biang keladi masuknya FTX.US di Bab 11. SBF menyatakan dia yang menandatangani dokumen kebangkrutan karena ada tekanan dari firma hukumnya.
SBF juga menyerang penasihat umum FTX.US, Ryne Miller. Menuduhnya sebagai bagian dari kelompok penekan yang ingin memasukkan entitas yang berbasis di AS tersebut dalam pengajuan kebangkrutan.
Di luar lingkaran FTX, SBF menyalahkan CEO Binance Changpeng Zhao karena telah memberikan citra yang buruk kepada FTX selama sebulan penuh. Dia mengklaim bahwa Binance dengan sengaja menandatangani surat perjanjian sementara untuk membeli FTX, tetapi sebenarnya mereka tidak pernah bermaksud untuk melakukannya.


