Ramai-Ramai Exchange Kripto Pamer Proof of Reserves Setelah FTX Kolaps

Share :

Portalkripto.com — Kejatuhan FTX yang dipicu isu kebocoran likuiditas perusahaan membuat perbincangan seputar Proof of Reserves alias bukti cadangan aset menjadi topik hangat di lingkaran komunitas kripto belakangan ini. Sejumlah exchange besar, termasuk Binance, ramai-ramai membuka data kepemilikan cadangan aset mereka dalam parade Proof of Reverses.

Exchange-exchange besar yang ikut terdampak keruntuhan FTX mencoba kembali meraih simpati publik dengan data reserves perusahaan. Cara ini ditempuh untuk meyakinkan publik bahwa mereka bukanlah perusahaan exchange tanpa modal yang akan kesulitan mengembalikan aset trader dan investor bila exchange dililit masalah keuangan serius.

Kolapsnya FTX menjadi peristiwa jahanam tersendiri bagi dunia kripto. FTX yang semula digdaya sebagai exchange kripto terbesar kedua di dunia tiba-tiba kolaps dan mengajukan kebangkrutan setelah melewati drama selama enam hari sejak 6 November 2022.

Kebangkrutan perusahaan yang dipimpin Sam Bankman-Fried (SBF) ini bermula dari aksi likuidasi yang digaungkan kompetitor utama mereka, Binance terhadap FTT, yang merupakan token native FTX.

Binance yang memiliki FTT dalam jumlah besar kehilangan kepercayaan mereka terhadap FTX. Pasalnya token FTT ini dijadikan cadangan aset oleh Alameda Research yang merupakan sister company FTX. Bahkan token FTT yang dijadikan sebagai cadangan merupakan mayoritas dalam portofolio reserve Alameda. Alameda juga tercatat memiliki utang sebesar $8 miliar dalam bentuk token FTT. Singkatnya, kondisi Alameda dinilai tidak baik-baik saja karena cuma mengandalkan cadangan aset yang dicetak FTX, perusahaan saudaranya.

FTX sendiri tak lepas dari masalah. Salah satu kabar teranyar menyebut FTX hanya memiliki aset likuid sebesar $900 juta. Sedangkan liabilitas atau utang yang mesti dilunasi perusahaan yang telah mengajukan pailit ini mencapai $8,9 miliar.

Keruntuhan FTX ini menjadi sentimen negatif buat exchange. Di tengah ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan (FUD) yang sedang berlangsung di seluruh ruang kripto, ramai-ramai sejumlah exchange mengungkapkan bukti cadangannya kepada publik.

Binance

Berdasarkan informasi yang telah diungkapkan Binance sejauh ini, exchange kripto terbesar di dunia ini memegang reserves aset digital senilai $71 miliar per 10 November 2022 berdasarkan data perusahaan analitik blockchain Nansen.

Jenis reserves yang dipegang Binance antara lain 475 ribu BTC, 4,8 juta ETH, 17,6 miliar USDT, 21,7 miliar BUSD, 601 juta USDC, dan 58 juta BNB.

Binance menggarisbawahi bahwa gambaran postur cadangan aset tersebut “bukan kumpulan data yang lengkap”, dan perusahaan sedang menyiapkan detail lebih lanjut yang akan dibagikan dalam laporan audit lengkap mendatang.

Sumber: Nansen.ai

Bitfinex

Bitfinex ada di peringkat tujuh top global merujuk pada data CoinMarketcap. CTO Bitfinex, Paolo Ardoino, dalam sebuah tweet membagikan bukti cadangan aset Bitfinex yang tercatat di platform GitHub. Ardoino mencantumkan total 135 alamat cold dan hot wallet termasuk dengan kepemilikan 204,3 ribu keping BTC dan 1,2 juta ETH.

Berdasarkan persentasenya, data Nansen mencatat jumlah BTC mencapai 43,05â„… dari total aset, sedangkan ETH 18,85%. Beberapa token lain yang dijadikan aset di antaranya LEO, USDT, dan EURT. Adapun total nilai cadangan aset Bitfinex mencapai hampir $8 miliar.

Sumber: Nansen.ai

OKX

OKX ada di peringkat 11 top global merujuk pada data CoinMarketcap. Exchange yang berbasis di Seychelles ini memiliki total cadangan aset sejarah $6 miliar berdasarkan estimasi Nansen. OKX memiliki reserves dalam bentuk sejumlah token di mana tiga besar postur cadangannya antara lain USDT 45,43%, BTC 25,56% dan ETH 21,29%.

Sumber: Nansen.ai

Crypto.com

Crypto.com ada di peringkat 17 top global merujuk pada data CoinMarketcap. Crypto.com memiliki total cadangan aset senilai $2,6 miliar merujuk pada data Nansen. Sama seperti exchange-exchange lainnya, Crypto.com memiliki koleksi aset BTC, ETH, dan stablecoin dalam jumlah besar. Namun di luar itu, Crypto.com juga punya preferensi investasi yang agak nyeleneh di mana mereka tercatat memiliki portofolio aset koin meme Shiba Inu sebesar 21,16%. Koleksi koni SHIB ini merupakan cadangan aset kripto terbesar kedua yang dimiliki Crypto.com.

Sumber: Nansen.ai

KuCion

Exchange KuCoin ada di peringkat lima top global merujuk pada data CoinMarketcap. Berdasarkan data Nansen, KuCoin memiliki cadangan aset senilai $2,8 miliar. Porsi cadangan aset digital yang dimiliki KuCoin termasuk koleksi token native terbitan mereka sendiri, yakni KCS sebesar 16,88%. Koleksi koin native tersebut merupakan yang kedua terbesar dalam portofolio cadangan KuCoin.

Cadangan aset digital besar lainnya adalah USDT 29,13%, BTC 11,79â„…, USDC 10,51â„…, dan ETH 7,99%.

Sumber: Nansen.ai

Deribit

Exchange yang berbasis di Panama ini memiliki total reserves sebesar $1,5 miliar berdasarkan estimasi Nansen. Dari segi porsi token, Bitcoin dan Ethereum menjadi aset cadangan terbesar Deribit.

Porsi cadangan BTC yang dimiliki Derbit mencapai lebih dari setengahnya, yakni 55,62â„…. Sedangkan sisanya dikuasai oleh ETH sebesar 43,39%. Di luar BTC dan ETH, Derbit juga punya koleksi SOL dan USDC dengan porsi yang sangat insignifikan.

Sumber: Nansen.ai