Portalkripto.com —Â Volume perdagangan 10 proyek metaverse besar di kuartal ketiga 2022 turun hingga 80%. Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh anjloknya aktivitas pengguna di sejumlah platform, seperti Decentraland dan Meta.
Laporan DappRadar yang dirilis pada 20 Oktober 2022 mengungkapkan, rata-rata penjualan nonfungible token (NFT) dalam 10 proyek metaverse itu turun hingga 11,55% di kuartal ketiga, jika dibandingkan dengan kuartal kedua.
Tercatat delapan dari 10 proyek tersebut mengalami penurunan signifikan dalam penjualan NFT. Penjualan oleh Metaverse Otherside dari Yuga Labs bahkan anjlok hingga 74%.
Sebaliknya, penjualan NFT proyek metaverse The Sandbox dan NFT Worlds V2 justru naik masing-masing 190% dan 79%.
The Sandbox diketahui baru meluncurkan Alpha Season 3 yang memberikan pengalaman baru bagi gamers. Sementara NFT Worlds V2 mungkin telah dilihat sebagai aset layak beli setelah nilai NFT-nya turun hingga 90%.
Laporan DappRadar juga mengungkapkan, harga terendah atau floor price kavling tanah NFT telah merosot 75%. Penurunan harga ini ikut menjadi salah satu faktor penurunan volume perdagangan di metaverse.
Namun, menurut DappRadar, volume perdagangan yang rendah bukan berarti minat terhadap metaverse berkurang. Hal itu hanya menunjukkan bahwa harga aset yang digunakan saat ini sedang menurun.
“Kami menganggap ini sebagai sinyal bullish karena hype terhadap proyek jenis ini tidak berkurang. Hanya saja, penurunan harga kripto telah mempengaruhi volume perdagangan di proyek (metaverse) secara keseluruhan,” ujar platform itu.
The Sandbox mengungkapkan pada 10 Oktober lalu, pengguna aktif hariannya telah menyentuh 39.000 dan pengguna aktif bulanannya mencapai 201.000 dalam 30 hari terakhir.
Decentraland juga melaporkan telah mencapat 8.000 pengguna aktif harian dan 56.697 pengguna aktif bulanan per 8 Oktober 2020.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


