Portalkripto.com — Sejumlah produsen cold wallet atau hardware wallet mendulang untung dari insiden kebangkrutan exchange kripto FTX pekan lalu.
Misalnya Ledger dan Trezor yang melaporkan kenaikan penjualan setelah investor ramai-ramai melakukan self-custody untuk menyelamatkan aset mereka.
CEO Ledger, Pascal Gauthier, mengungkapkan, perusahaannya mencapai volume perdagangan tertinggi sepanjang masa pada pekan lalu.
“Hari Minggu (13 November 2022), kami mencatat penjualan harian tertinggi. Pada Senin, kami memecahkan rekor lagi. Jelas, orang-orang menyadari kita harus kembali terdesentralisasi dan melakukan self custody,” ujarnya kepada Decrypt.
Analis Bitcoin di Trezor, Joseph Tetek, juga mengatakan, perusahaannya mengalami kenaikan penjualan sejak 7 November lalu.
“Meski kami menyambut tingginya minat terhadap solusi self-storage, kami tetap tidak merasa senang karena kenaikan permintaan ini merupakan imbas dari hilangnya dana dalam jumlah yang besar di FTX,” jelasnya.
Biasnya aturan yang diterapkan centralized exchange (CEX) terkait keamanan dana nasabah membuat investor mempertimbangkan tempat penyimpanan aset yang lebih aman.
Cold wallet yang banyak dijadikan pilihan, memungkinkan konsumen untuk menyimpan aset mereka secara offline. Wallet ini dinilai lebih aman dari tempat penyimpanan aset yang disediakan CEX.
Kenaikan serupa juga dialami token penyedia layanan hot wallet. Beberapa token seperti Trust Wallet (TWT), BlockWallet (BLANK), MATH, XDEFI Wallet, dan SafePal (SFP) mengalami kenaikan hingga hampir 100% pekan lalu.
CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) secara gamblang mempromosikan hot wallet sebagai solusi self-custody. Executive Chairman MicroStrategy Michael Saylor menyuarakan hal yang sama. Menurutnya, self-custody tidak hanya memberikan hak milik kepada investor, tetapi juga menghindari kerugian yang disebabkan oleh buruknya pengelolaan platform kripto.
Solusi self-custody lainnya yang dipilih investor adalah decentralized exchange (DEX). Menurut statistik yang disediakan Dune, pekan lalu, perdagangan kripto di DEX mencapai $31 miliar.
Outflow dari Exchange Melonjak
Kenaikan minat investor terhadap solusi self-custody sejalan dengan tingginya outflow dari CEX. Penarikan Bitcoin (BTC) dari CEX terpantau telah mencapai titik tertingginya dalam 17 bulan terakhir.
Berdasarkan data Glassnode, BTC yang dikeluarkan dari CEX mencapai $3 miliar hanya dalam waktu sepekan. Jumlah BTC di dalam exchange kini tersisa 2,25 juta. Pergerakan ini serupa dengan pergerakan pada periode April 2020, November 2020, dan Juni 2022.
Outflow Ether (ETH) juga mengalami lonjakan dari exchange. Meski tak mencapai ATH, tetapi tercatat 1,1 juta ETH sudah ditarik dari exchange dalam sepekan terakhir. Menurut Glassnode, penurunan jumlah ETH di exchange menyentuh titik terendah sejak September 2020.
Secara keseluruhan, data on-chain menunjukkan kehancuran FTX sangat mempengaruhi pergerakan netflow di centralized exchange (CEX). Investor ramai-ramai memindahkan asetnya dari CEX ke self-custody wallet atau decentralized exchange (DEX) untuk menghindari kerugian.


