Portalkripto.com — El Salvador akan memulai kembali pembelian Bitcoin setelah terhenti selama empat bulan akibat pasar yang bearish.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh presidennya, Nayib Bukele, dalam postingannya di Twitter pada 16 November 2022.
Dia mengatakan akan mulai membeli Bitocin setiap hari mulai dari 18 November. Tidak disebutkan kapan pembelian tersebut akan berakhir.
We are buying one #Bitcoin every day starting tomorrow.
— Nayib Bukele (@nayibbukele) November 17, 2022
El Salvador mulai membeli Bitcoin pada September 2021, tepat setelah menjadikannya sebagai alat pembayaran yang sah.
Pada saat itu harga Bitcoin berada di tengah-tengah pasar bullish dan setiap pembelian yang dilakukan menguntungkan karena harga Bitcoin selalu mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa setiap minggunya.
Namun akibat pasar bearish yang dimulai pada kuartal kedua tahun 2022, nilai aset Bitcoin El Salvador menjadi kerugian besar.
Menurut catatan publik yang dikutip Coindesk, El Salvador saat ini memiliki 2.381 BTC dengan total investasi $103 juta. Dengan kondisi pasar terkini, nilai investasi bitcoin tersebut turun menjadi $39,4 juta.
Keputusan Bukele untuk membeli Bitcoin pada siklus terendah baru seperti saat ini dinilai dapat membantu negaranya mengimbangi kerugiannya dalam beberapa bulan mendatang.
Bitocin Dongkrak Sektor Pariwisata
Adopsi Bitcoin di negara Amerika tengah tersebut membantu sektor pariwisata untuk bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19.
Menurut laporan pemerintah per Agustus lalu, kunjungan wisatawan ke el Salvador pada paruh pertama 2022 melonjak tajam. Data menyebutkan kenaikan sebesar 82,8% atau kedatangan 1,1 juta pengunjung.
Data tersebut diperkuat oleh data dari Organisasi Perjalanan Dunia (WTO) yang menyatakan El Salvador sebagai salah satu negara dengan tingkat pemulihan pariwisata terbaik.
WTO menyatakan periwisata El Salvador pulih sebesar 81%.
Dalam acara Indonesia Bitcoin Conference yang digelar pada 30 Oktober 2022, Direktur Bitcoin Beach Mike Peterson, mengatakan sejumlah alasan mengapa adopsi bitcoin di El Salvador dapat berkembang.
“Faktor utama adalah sebagian besar penduduknya tidak memiliki akses ke dunia perbankan,” katanya.
Presiden Bukele pernah menyatakan bahwa sekitar 80% warganya tidak memiliki rekening bank. Namun setelah bitcoin dijadikan alat pembayaran yang sah, 70% dari populasi yang bankless tersebut kini dapat mengakses layanan pembayaran dan pengiriman uang tanpa harus pergi ke bank.
Peterson menjelaskan lebih lanjut tak aneh jika adopsi bitcoin di negara dengan jumlah populasi 6,5 jutaan itu terbilang berhasil.
“Sebagai gambaran ketika bitcoin belum masuk, hotel-hotel kecil di pinggiran pantai tidak bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit karena mereka tidak memenuhi persyaratan yang diminta bank. Tapi setelah bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah, kesempatan pelaku industri wisata untuk mengembangkan bisnisnya terbuka lebar,” jelasnya.
Data Statista menunjukkan bahwa lebih dari 9% dari PDB El Salvador berasal dari industri pariwisata. Terlepas dari sektor pariwisata, adopsi bitcoin juga terbukti bermanfaat dalam hal pengiriman uang lintas batas karena memotong biaya transaksi secara signifikan.
Bank Sentral negara tersebut memperkirakan pengiriman uang dari warga yang tinggal di luar negeri berjumlah lebih dari $50 juta, periode Januari-Mei 2022. Dengan adopsi Bitcoin dan Chivo, wallet yang dibuat pemerintah El Salvador, remitensi yang dibantu Lightning Network naik sebesar 400% di tahun 2022.


