Ringkasan Berita:Â
- Prediksi Q4: Ekonom Timothy Peterson memperkirakan Bitcoin rata-rata naik +44% dalam empat bulan menuju Natal, berpeluang mencapai $160.000.
- Data Historis: Q4 dua tahun terakhir mencatat keuntungan double-digit (2023: +56,9%, 2024: +47,73%), mendukung ekspektasi performa positif.
- Peringatan Analisis: Peterson menyatakan proyeksi ini bersifat panduan; ia mengecualikan tahun-tahun tidak khas (2017, 2018, 2020, 2022) dari perbandingan.
- Sentimen Pasar: Trader Donny mencatat BTC sedang “frontrunning” koreksi September—meski ada pelemahan jangka pendek, pola historis bisa mendorong kenaikan lanjutan.
Harga Bitcoin (BTC) diprediksi akan ditutup positif pada akhir tahun nanti dengan keuntungan-keuntungannya sebesar 44%. Analisa ini dilakukan oleh ekonom dan periset Timothy Peterson yang menggunakan metode analisis berdasarkan data historis dan pola volatilitas pasar saat ini.
Melalaui akun X, Peterson, memprediksi BTC akan berkinerja positif di kuartal keempat tahun ini. “Tepat empat bulan menuju Natal. Bagaimana kinerja Bitcoin di periode ini? Naik 70% dari waktu yang ada. Rata-rata kenaikan +44%,” jelasnya.
Hal ini pun terkonfirmasi dari data historis BTC selama 2 tahun terakhir, yang menampilkan kentungan dua digit di kuartal keempat. Seperti di tahun 2023 BTC membukukan keuntungan di kuartal keempat sebesar 56,9%. Di tahun berikutnya, Bitcoin pun meraih cuan sebesar 47,73% di kuartal yang sama.

Bitcoin Bidik Target $160.000
Jika tren itu berulang, Bitcoin bisa mencapai $160.000 pada pekan terakhir 2025. Peterson mengakui ekspektasi ini lebih sebagai panduan ketimbang aturan baku, mengingat ada beberapa tahun yang tidak sesuai pola.
“Namun, menurut saya ada beberapa tahun yang kondisi pasar/ekonominya tidak bisa dibandingkan dengan 2025. Saya akan mengecualikan 2018, 2022, 2020, dan 2017 sebagai tahun yang tidak khas,” katanya.

Ia menyimpulkan hal ini mengarah pada peluang performa positif namun dengan volatilitas lebih rendah.
BACA JUGA: Apakah Siklus Bitcoin Tidak Lagi Ditentukan oleh Halving?
Bitcoin “Mendahului” Tren Turun September
Sementara itu, sebagian trader tak khawatir dengan pelemahan harga Bitcoin saat ini, yang kembali ke level terendah sejak awal Juli.
Trader crypto Donny Dicey mengatakan kepada pengikutnya di X bahwa BTC/USD tengah “frontrunning” atau mendahului tren penurunan khas September.
“Skalanya berbeda, tapi hasilnya sama: jauh lebih tinggi,” jelasnya, sembari membandingkan aksi harga saat ini dengan pasar bull 2017.

Donny juga menambahkan bahwa pergerakan BTC/USD kini terlihat meniru emas setelah periode keterlambatan — sebuah hubungan klasik yang masih konsisten dalam beberapa tahun terakhir.


