Portalkripto.com — Menurut laporan media lokal zaobao yang bersumber dari kepolisian Singapura, pendiri Terra Luna Do Kwon, tidak berada di berada di negara tersebut.
Laporan tersebut merupakan perkembangan terkini dari hancurnya Terra pada awal Mei silam yang menyebabkan kerugian $40 miliar bagi investor.
Kwon yang dituding menjadi penyebabnya, menjadi orang yang paling dicari aparat hukum Korea Selatan. Pemerintah Korsel sendiri menyatakan Kwon kemungkinan besar berada di Singapura.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Kwon menyangkal bahwa dirinya kabur atau bersembunyi.
Melaui cuitannya, Kwon menjelaskan orang yang berhak mengetahui keberadaannya adalah teman-temannya, orang yang akan ditemuinya, atau siapa pun yang terlibat dalam game web3 berbasis gps.
Ini adalah pernyataan publik pertama Kwon sejak berita tentang surat perintah penangkapannya muncul.
Dia menambahkan bahwa pihak-pihak yang secara kasar menyidik keberadaannya sama dengan pelanggaran privasi.
Kwon menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah atau pihak berwenang lainnya yang ingin berkomunikasi dengannya.
“Kami akan bekerja sama dan tidak menyembunyikan apapun,” katanya di Twitter.
Harga Luna
Harga LUNA saat penulisan turun 1,95% dalam 24 jam terakhir menjadi $3,02, menurut data dari coinmarketcap.
Kapitalisasi pasar LUNA secara real time sebesar $385.220.780 dan menempati peringkat 90.
Sementara token terkait Terra lainnya yaitu Luna Classic (LUNC) mengalami kenaikan 1,85% menjadi $0.000312 USD dalam 24 jam terakhir.
LUNC berita utama baru-baru ini untuk kenaikan besar-setelah memperkenalkan tax burn 1,2% untuk semua swap.
Tax burn ini mendapat dukungan dari bursa utama seperti Binance.


