Portalkripto.com — Perusahaan farmasi yang menjadi salah satu produsen vaksin COVID-19 terbesar, Pfizer, mulai berinvestasi di industri blockchain dan kripto. Mereka turut berinvestasi mendanai proyek startup blockchain yang bergerak di bidang decentralized science (DeSci), VitaDAO.
Pfizer menjadi salah satu investor dalam putaran pendanaan senilai $4,1 juta yang dikumpulkan VitaDAO baru-baru ini. Selain Pfizer, proyek ini juga mendapatkan dana segar dari Shine Capital, L1 Digital, eks CTO Coinbase Balaji Srinivasan, dll.
I'm super thrilled to announce
VitaDAO has raised a $4.1M funding round led by strategic contributors including @pfizer @ShineCapitalNYC @balajis
This empowers VitaDAO to continue pushing the boundaries of longevity research and further our mission to extend healthy lifespan. pic.twitter.com/ISfZ2NV2GZ
— Laurence Ion (@longevion) January 30, 2023
“Lembah Kematian”
Partner Pfizer Ventures, Michael Baran, menguraikan alasan keterlibatan Pfizer pada proyek VitaDAO. Menurutnya, Pfizer tertarik dengan proyek sains yang ia sebut sebagai upaya untuk menjembatani “Lembah Kematian” tersebut.
“VitaDAO pada dasarnya adalah akselerator yang bertujuan untuk menjembatani Lembah Kematian antara dunia akademik/bibit biotek dan komersialisasi. Ketertarikan kami tidak hanya terletak pada validasi model baru ini, tetapi juga sebagai alat untuk mengidentifikasi dan meminimalisir risiko proyek tahap awal penyakit terkait usia,” kata Baran di LinkedIn.
VitaDAO merupakan proyek DeSci yang berbasis organisasi otonom terdesentralisasi (DAO). Salah satu fokus tujuan dari proyek ini ialah untuk membantu startup biotek menemukan pendanaan, terutama untuk penelitian teknologi untuk memperpanjang umur manusia.
DeSci sendiri merupakan gerakan yang bertujuan untuk membangun infrastruktur publik untuk mendanai, membuat, menyimpan, dan menyebarkan pengetahuan ilmiah secara adil dan merata menggunakan Web3. Salah satu tujuan utama DeSci adalah untuk menciptakan ekosistem penelitian ilmiah yang dapat diakses secara gratis oleh publik namun tetap memberikan insentif kepada para peneliti.
Sedangkan DAO merupakan sistem tata kelola desentral yang memungkinkan setiap anggota komunitas untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan dan keputusan bersama terkait proyek. Sistem tata kelola DAO ini menjadi salah satu model yang jamak diadopsi dalam proyek kripto atau blockchain. Hak suara biasanya diperoleh berdasarkan kepemilikan token kripto yang dibuat proyek tersebut.
Disebutkan VitaDAO, Pfizer merupakan perusahaan farmasi pertama yang ikut serta dalam proyek DAO, dan berpartisipasi dalam inkubasi dan komersialisasi proyek VitaDAO. Proyek ini juga mendapat dukungan dari co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, yang telah menjadi investor sebelumnya.


