Portalkripto.com — Sejumlah pesohor dunia amsyong gara-gara pasar token non-fungible (NFT) yang terus melesu. Misalnya bintang sepak bola Paris Saint-Germain, Neymar, yang mengalami kerugian sekitar $700k setelah membeli NFT dan harganya kini menukik tajam.
Neymar memasuki dunia NFT pada Januari 2022. Pada saat itu, sang striker mengeluarkan dana sekitar $1 juta untuk membeli dua NFT dari koleksi Bored Ape Yacht Club (BAYC). Saat itu, ia dengan bangga memasang salah NFT Bored Ape-nya sebagai foto profil di akun Twitternya.
Tapi sekarang, dua koleksi NFT Bored Ape-nya bernilai kurang dari $350.000.
Neymar bukan satu-satunya seleb yang mengalami kerugian besar dalam industri NFT. Eminem, yang dianggap sebagai salah satu rapper terhebat sepanjang masa, juga menderita kerugian finansial. Pada bulan Januari, dia membeli Bored Ape 9055 seharga 123,45 ETH atau sekitar $462.000 pada saat itu.
Sejak itu, harga token mulai turun menjadi $140.000.
Eminem tinggal tinggal diam. Pada bulan Juni, dia bersama Snoop Dogg merilis sebuah video musik sambil menampilkan koleksi Bored Ape. Namun usaha tidak berdampak signifikan terhadap harga NFT.
Meskipun para penggemar memuji inisiatif Eminem dan video tersebut telah ditonton lebih dari 56 juta kali di YouTube, harga BAYC terus turun.
Selebriti lainnya yang merasakan amsyong dalam industri NFT ini adalah Madonna dan DJ Steve Aoki.
Aoki selain menjadi seorang kolektor, juga membuat tokennya sendiri yang tidak dapat dipertukarkan. Saat itu Aoki “menggantungkan” hidupnya pada NFT, sejak sepak terjangnya dalam dunia musik tidak menguntungkan.
Beberapa bulan lalu, Aoki menginvestasikan sekitar $350.000 untuk koleksi Doodles. Saat ini, menurut DappRadar, NFT yang dimilikinya bernilai kurang dari $50.000.
Kasus paling amsyong yang dialami pesohor dunia dialami Logan Paul. Influencer dan YouTuber terkenal itu membeli Azuki NFT seharga $623.000 Januari silam. Sekarang asetnya dihargai hanya $10 !.
Koleksinya di OpenSea yang juga mencakup NFT dari CryptoPunks dan World of Women turun signifikan sejak pembelian pertamanya.
Apa yang dialami para pesohor tersebut mencuatkan pendapat bahwa NFT adalah penipuan dan tidak memiliki nilai nyata.
Nilai Mata Uang Kripto Menurun
Diberitakan sebelumnya oleh portalkripto, NFT meledak pada awal 2021 dan terus menunjukkan tren bagus hingga Mei 2022 sebelum kemudian turun perlahan.
Penurunan gradual yang terjadi pada tahun 2022 salah satunya dipicu tren kenaikan suku bunga agresif bank sentral yang memicu investor untuk meninggalkan aset berisiko.
Bank sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada, 21 September 2022 lalu. Kenaikan agresif suku bunga dana federal hingga kisaran 3% – 3,25% ini jadi yang tertinggi sejak awal 2008.
Saat pengumuman kenaikan suku bunga terakhirnya, harga aset kripto terbesar Bitcoin turun di bawah $19.000. Harga Bitcoin juga turun sekitar 5,7% dalam sepekan setelah prediksi kenaikan suku bunga The Fed bermunculan.
Keputusan The Fed ini membuat crypto winter semakin parah. Pasar NFT jadi salah satu sektor yang ikut terdampak lantaran situasi ini.
Dalam catatan laporan pasar NFT Q3 2022, DappRadar menyebut penurunan yang terjadi di ekosistem NFT dimungkinkan terjadi lantaran turunnya nilai aset kripto secara keseluruhan.
“Penurunan volume perdagangan secara keseluruhan mungkin disebabkan oleh penurunan nilai mata uang kripto.” demikian tertulis dalam laporan.
Platform marketplace NFT terbesar, OpenSea, mengalami penurunan transaksi selama lima bulan berturut-turut hingga September 2022. Dominasi OpenSea juga menurun seiring kehadiran marketplace lain seperti Magic Eden dan X2Y2 yang mulai mendapatkan tempat.
CEO OpenSea, Devin Finzer menganggap kondisi OpenSea terkini turut dipengaruhi ekonomi makro dan crypto winter
“Saya pikir apa yang unik tentang lingkungan ini adalah persimpangan dari penurunan ekonomi makro dan crypto winter,” kata Devin Finzer, dikutip dari Reuters.


