Portalkripto.com — Penasihat keuangan FTX mengungkap daftar kreditur institusional dari exchange kripto yang telah bangkrut itu, pada Rabu, 25 Januari 2023, ke pengadilan kepailitan AS di Distrik Delaware. Dalam daftar tersebut ternyata tertulis banyak nama perusahaan global yang dananya ikut lenyap dalam kehancuran FTX.
Dokumen setebal 115 halaman itu tidak mengungkap berapa kerugian yang dialami masing-masing kreditur. Hanya saja, dokumen pengadilan sebelumnya pernah menyatakan bahwa FTX berutang kepada 10 kreditur terbesarnya masing-masing sekitar $100 juta.
Banyak nama perusahaan-perusahaan populer di dalam daftar tersebut, mulai dari perusahaan teknologi, keuangan, hingga media.

Dokumen pengadilan berisi daftar kreditur institusional FTX. (sumber: restructuring.ra.kroll.com)
Ada beberapa perusahaan yang berkecimpung di industri kripto, seperti Coinbase, Galaxy Digital, Circle, Binance Capital Management, Chainalysis, Yuga Labs, Doodles, dan Messari. Reddit, yang meluncurkan nonfungible token (NFT) di jaringan Polygon, juga termasuk di dalamnya.
Ada juga bank Silvergate dan perusahaan investasi seperti Blackrock dan Sequoia Capital. Bahkan, negara bagian AS dari Alabama hingga Wyoming ikut tercatat sebagai kreditur.
Yang lebih mengejutkan, hampir seluruh perusahaan teknologi raksasa dunia tercantum di dalamnya, seperti Apple, Netflix, Amazon, Meta, Google, Microsoft, Twitter, hingga LinkedIn. Sementara perusahaan media ada Wall Street Journal dan CoinDesk.
Selain itu, masih ada banyak nama lagi, termasuk entitas-entitas dari luar negeri. FTX diketahui tak hanya berutang pada perusahaan besar, tetapi juga pada entitas kecil, salah satunya kantor pembasmi hama di Nassau.
Dokumen keuangan terbaru FTX ini diketahui hanya mengungkap daftar kreditur institusional, sementara nama 9 juta kreditur individual masih dirahasiakan. Namun, bukan berarti kreditur-kreditur institusional yang tercantum itu memiliki akun perdagangan di FTX.


