Perusahaan Rusia Mulai Gunakan Kripto Meski Diblokir Uni Eropa

Share :

Portalkripto.com — Sejumlah perusahaan di negeri beruang merah atau Rusia dilaporkan telah mulai menggunakan kripto dalam transaksi perdagangan lintas negara. Penggunaannya tetap dilakukan terlepas dari fakta bahwa regulasi kripto di Rusia belum disahkan.

Menurut Direktur Departemen Kebijakan Keuangan di Kementerian Keuangan, Ivan Chebeskov, kripto digunakan perusahaan-perusahaan itu untuk menghindari sanksi barat, imbas dari invasi ke Ukraina.

Chebeskov tidak mengungkapkan perusahaan mana saja yang telah memanfaatkan kripto. Namun, ia melaporkan bahwa volume transaksi aset digital telah meningkat beberapa kali lipat setelah adanya pengetatan sanksi.

Dilaporkan BeinCrypto, Kepala Kamar Dagang dan Industri Federasi Rusia, Vladimir Gamza, mengatakan, transaksi perdagangan dengan menggunakan kripto rata-rata dilakukan dengan negara ‘musuh’. Negara-negara itu di antaranya Amerika Serikat (AS), Norwegia, Singapura, dan bahkan Ukraina.

Ia berharap di akhir tahun ini, otoritas Rusia bisa memperkenalkan regulasi yang jelas terkait penggunaan kripto sebagai alat transaksi antar negara. Sebelumnya, kripto sebagai alat pembayaran internasional dikabarkan akan segera disahkan oleh Bank Rusia dan Kementerian Keuangan.

Diblokir Uni Eropa

Uni Eropa telah resmi melarang seluruh transaksi dan layanan kripto yang berkaitan dengan Rusia dalam sanksi putaran kedelapan yang dijatuhkan terhadap negara itu.

“Larangan terhadap aset kripto telah diperketat dengan melarang seluruh wallet, akun, dan layanan kostudian kripto, tak peduli berapapun jumlahnya,” ujar Komisi Uni Eropa, 6 Oktober lalu.

Pada awalnya, wallet kripto Rusia tetap bisa bertransaksi dengan negara-negara Eropa dengan syarat memiliki saldo maksimal 10.000 euro. Namun, kebijakan itu diubah setelah Rusia dinilai terus melakukan aksi ilegal di Ukraina.

Mengacu pada kebijakan Uni Eropa tersebut, Dapper Labs ikut mengeluarkan larangan bagi wallet kripto Rusia untuk tidak menggunakan layanan di platformnya. Dapper Labs yang fokus pada nonfungible token (NFT), mengaku tunduk pada regulasi Uni Eropa.

“Kami melarang wallet, akun, atau layanan penyimpanan aset kripto dengan saldo berapapun yang memiliki koneksi dengan Rusia,” ujar Dapper, dikutip Decrypt.

Pengguna yang terdampak tidak akan bisa membeli, menjual, atau memberi NFT yang dirilis oleh platform tersebut, seperti UFC Strike, NBA Top Shot, dan NFL All Day. Dapper juga melarang penjualan NFT pegulat Rusia yang berpartisipasi dalam UFC, seperti Khabib Nurmagomedov.

Rusia kemudian membalas dengan memblokir exchange kripto OKX. OKX merupakan exchange kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume transaksi.