Penurunan Harga Bitcoin Saat Ini Tidak Disebabkan Faktor Fundamental

Penurunan Harga Bitcoin Saat Ini Tidak Disebabkan Faktor Fundamental
Share :

Ringkasan Berita

  • Bitcoin turun 7% dalam 24 jam terakhir ke area US$75.000, menjadi level terendah sejak April 2025 akibat tekanan jual di akhir pekan dengan likuiditas tipis.
  • BTC kehilangan True Market Mean di US$80.700, kondisi yang dinilai negatif untuk pergerakan harga jangka pendek hingga menengah.
  • Analis menilai penurunan bukan faktor fundamental, karena tidak dipicu oleh DXY, kebijakan makro, maupun aksi jual institusi.
  • Tekanan spekulatif dan likuiditas exchange disebut sebagai faktor utama, dengan peran besar pemain bermodal besar di pasar.

 

Harga Bitcoin di akhir pekan awal Februari 2026 ini mengalami penurunan yang cukup dalam. Dalam 24 jam terakhir, BTC anjlok sekitar 7% menyentuh level terendah sejak April 2025, di area $75 ribu.

Penurunan ini diperparah oleh kondisi likuiditas yang tipis saat akhir pekan membuat volatilitas semakin cair, sehingga tekanan jual semakin kuat setelah sepekan penuh pelemahan.

Saat laporan ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di bawah US$78.000, dengan perhatian pasar kini tertuju pada level terendah April 2025 di sekitar US$74.500.

“Level low lokal di US$80.500 benar-benar dihancurkan,” ujar Keith Alan, co-founder Material Indicators, dalam unggahan di X.

Sementara itu, analis On-Chain College menyoroti bahwa Bitcoin kini telah kehilangan true market mean, yaitu harga rata-rata agregat dari suplai BTC yang aktif.

“Bitcoin sekarang berada di bawah True Market Mean (US$80.700) untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023, ketika harga masih di kisaran US$29.000,” jelasnya.
“Secara sederhana, ini bukan kondisi yang baik untuk pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek hingga menengah.”

Keith Alan juga menambahkan sejumlah level penurunan yang perlu diperhatikan, termasuk US$69.000, yang merupakan puncak siklus bull market sebelumnya pada November 2021. Sebelumnya, US$76.000 juga telah menjadi target populer setelah Bitcoin gagal menarik minat beli meski pasar saham dan logam mulia mencetak rekor baru.

BACA JUGA: Bitcoin Turun ke Harga $77 Ribu, Level Terendah Sejak April 2025

Bukan Disebabkan Faktor Fundamental

Analis kripto Hoteliercrypto menyebutkan penurunan ini tidak dipengaruhi oleh faktor makro seperti penurunan sebelumnya.

“Bitcoin jatuh ke 75K, bukan karena institusi jualan, bukan karena shutdown, bukan karena Warsh, belum juga menjabat, juga bukan karena DXY naik,” kata dia melalui akun X, 1 Februari 2026.

Menurutnya index dollar currency atau DXY saat penurunan harga Bitcoin masih berada pada pergerakan yang wajar. “Sehingga jatuhnya ke 75K bukan karena data ekonomi fundamental, karena datanya tutup,” tambah dia.

US Dollar Index (DXY) 1 day chart

DXY (US Dollar Index) adalah indeks yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia. Pergerakan DXY sangat berpengaruh pada pasar global: ketika DXY menguat, dolar menjadi lebih dominan sehingga biasanya menekan aset berisiko seperti Bitcoin, kripto, saham, dan komoditas (emas, perak).

Sebaliknya, saat DXY melemah, likuiditas cenderung mengalir ke aset berisiko sehingga mendukung kenaikan pasar saham, kripto, dan komoditas. Karena itu, DXY sering dijadikan indikator makro penting untuk membaca sentimen risk-on dan risk-off di pasar keuangan global.

“Ini pure terjadi spekulan pemain besar. Bandar paling besar, Preman paling kuat, dan pemegang liquidity utama yg punya datanya, adalah exchange,” tulis Hoteliercrypto.