Portalkripto.com — Ethereum berhasil mengurangi jejak karbonnya hingga 99,95% setelah melakukan transisi dari mekanisme konsensus proof-of-work (PoW) ke proof-of-stake (PoS) pada 15 September lalu. Namun selain penggunaan energi, penerbitan token harian Ethereum juga ternyata ikut menurun.
Penerbitan token harian adalah jumlah total token baru yang dibuat dan diberikan sebagai reward kepada penambang blok atau validator jaringan.
Sejak The Merge, jaringan Ethereum tercatat hanya menerbitkan 4.581,26 token baru. Angka ini 95% lebih rendah mengingat di bawah mekanisme PoW, Ethereum bisa menerbitkan hampir 88.736,70 token dalam periode yang sama.
Ethereum akan dianggap deflasi jika jumlah token yang dikeluarkan per hari kurang dari jumlah token yang dibakar. Mekanisme pembakaran (burn) ini diperkenalkan melalui proposal EIP-1559 pada Agustus 2021.
Di bawah EIP-1559, penambang hanya dibayar setengah dari biaya transaksi, sementara sisanya dibakar dan dikeluarkan dari pasokan. Sejak proposal ini disahkan, lebih dari 2,6 juta token senilai $8,55 miliar telah dibakar.
Karena masih di bawah konsensus PoW, saat itu Ethereum masih merupakan aset inflasi karena token yang diproduksi lebih banyak daripada yang dibakar. Penerbitan token hariannya mencapai 12.500 per hari, cukup tinggi jika dibandingkan 772 token per hari setelah The Merge.
Meski pasokannya berkurang, harga ETH terpantau tetap rendah. Sejak The Merge, ETH telah turun 22% menurut data dari CoinGecko.
Kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini sekarang diperdagangkan di harga $1.344 atau turun 8,73% dalam sepekan terakhir.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


