Portalkripto.com — Jaksa Agung Distrik Columbia (DC) Amerika Serikat (AS), Karl Racine, menggugat pendiri MicroStrategy Michael Saylor pada Rabu (31/8). Kepala eksekutif MicroStrategy itu dituding telah menghindari pajak sebesar $25 juta atau setara dengan Rp 372 miliar (kurs Rp 14896).
Saylor yang dikenal sebagai Bitcoin maximalist ini mengaku bermukim di Virginia atau Florida yang memungut pajak penghasilan pribadi dengan tarif rendah atau bahkan tidak bertarif sama sekali. Namun dokumen gugatan mengungkapkan, Saylor ternyata sebenarnya tinggal di beberapa tempat tinggal yang berbeda di Washington, DC.
Ia biasa berdiam di sebuah apartemen penthouse di Georgetown. Dan jika apartemen itu sedang direnovasi, Saylor akan tinggal di kapal pesiarnya di tepi laut Georgetown atau tepi Sungai Potomac.
Gugatan tersebut juga menyertakan beberapa tangkapan layar unggahan laman Facebook Saylor yang menunjukkan foto pemandangan Georgetown. Ia juga beberapa kali membicarakan tentang rumahnya sambil menyematkan lokasi di Washington, DC.
Tak hanya Saylor, dalam gugatan itu MicroStrategy juga ditulis sebagai tergugat. Racine menuduh perusahaan teknologi tersebut ikut membantu Saylor untuk menghindari pajak.
“MicroStrategy diduga memiliki rincian informasi yang mengonfirmasi bahwa Saylor sebenarnya adalah penduduk DC, tetapi memilih untuk menyimpan informasi itu,” tulis Kantor Kejaksaan Agung DC dalam pernyataan resminya.
BACA JUGA: Outlook Bitcoin Bulan September 2022, Beruang Masih Mengintai
Dalam gugatan, Kantor Kejaksaan Agung DC, mengungkapkan, pada 2014, kepala keuangan MicroStrategy saat itu pernah mempertanyakan dugaan penggelapan pajak yang dilakukan Saylor. Saylor dan MicroStrategy akhirnya mencapai kesepakatan untuk mengurangi gaji Saylor menjadi $1.
Meski telah dipotong gaji, Saylor tetap menerima banyak kemudahan dari perusahaan, misalnya, bebas menggunakan pesawat perusahaan.
Gugatan Racine ini merupakan gugatan pertama yang diajukan di bawah False Claims Act, yang baru disahkan. Undang-undang ini memungkinkan pengadilan untuk menjatuhkan hukuman denda hingga tiga kali lipat dari jumlah pajak yang dihindari.
CNBC melaporkan, Kantor Kejaksaan Agung DC saat ini tengah berusaha menagih pajak dan denda dari tergugat dengan total lebih dari $100 juta.
Pada April 2021, Saylor juga pernah digugat atas tudingan tidak membayar pajak penghasilan dari 2014 hingga 2020. Kantor Kejaksaan Agung DC mengatakan, pihaknya telah menyelidiki laporan ini secara independen.
Hasilnya, MicroStrategy ternyata telah menyerahkan dokumen W-2 yang isinya tidak akurat, yang menyebut Saylor tinggal di Florida. Fakta terbaru bahkan menyebutkan Saylor tidak membayar pajak penghasilan di DC sejak 2005.
Saham MicroStrategy turun lebih dari 6% pada Rabu (31/8) sore usai kabar gugatan terhadap Saylor mencuat. Saylor, yang telah mendorong perusahaan untuk memasukkan Bitcoin dalam cadangannya, diketahui sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO awal bulan ini.
Di bawah kepemimpinannya, MicroStrategy menghabiskan hampir $4 miliar untuk membeli Bitcoin dengan harga rata-rata $30.700.


