Penambang Mulai Jual Kepemilikan Bitcoin

Share :

Portalkripto.com — Data on-chain menunjukkan para penambang Bitcoin mulai melakukan aksi jual. Tekanan jual dari penambang ini diduga karena menurunnya aktivitas di protokol Ordinals dan meningkatnya mining difficulty serta hash rate.

Platform dana analitik on-chain Glassnode mengungkapkan, penambang telah memindahkan BTC dalam jumlah cukup besar ke exchange. Inflow BTC ke exchange dari penambang naik ke titik tertingginya dalam tiga tahun terakhir.

Pada 3 Juni 2023, BTC milik penambang yang masuk ke exchange mencapai $70,8 juta atau sekitar Rp1,05 triliun. Inflow harian ini merupakan yang tertinggi ketiga yang pernah tercatat dalam sejarah Bitcoin.

Inflow harian BTC terbesar dari penambang ke exchange terjadi pada awal 2021. Saat itu penambang memindahkan BTC senilai $101 juta ke exchange.

Data on-chain dari Coin Metrics juga menunjukkan, pasokan Bitcoin yang disimpan penambang berkurang. Platform ini menghitung jumlah Bitcoin yang disimpan di alamat wallet yang menerima BTC dari mining pool.

Coin Metrics mengungkapkan, ada tren kenaikan kepemilikan Bitcoin penambang sejak Mei 2023. Namun tren akumulasi ini mulai berbalik di pekan kedua Juni 2023.

Kepemilikan Bitcoin penambang. (sumber: Coin Metrics)

Mining Difficulty dan Hash Rate Naik

Mining difficulty Bitcoin, yang mengukur tingkat kesulitan penambang dalam memecahkan sebuah blok di blockchain Bitcoin, terus menyentuh all-time high (ATH) sejak Juni ini.

Mining difficulty akan selalu disesuaikan setiap 2.016 blok atau sekitar dua pekan, untuk memastikan blok baru Bitcoin bisa ditambahkan setiap 10 menit. Jika daya komputasi atau hash rate di jaringan meningkat, maka mining difficulty juga akan naik.

Menurut data btc.com, mining difficulty Bitcoin kini sudah menyentuh 51 triliun. Sementara hash rate mencapai 391,87 exahash/detik (EH/s).

Mining difficulty dan hash rate Bitcoin. (sumber: BTC.com)

Meningkatnya mining difficulty bisa mengurangi pendapatan para penambang Bitcoin. Hash rate yang tinggi juga menunjukkan para penambang terus berkompetisi secara ketat.

Aktivitas Ordinals Melambat

Aktivitas di protokol Ordinals yang mendorong pendapatan penambang dalam beberapa bulan terakhir ini terpantau menurun sejak Mei. Total fee yang dihasilkan oleh Ordinals menurun ke titik terendah dalam dua bulan terakhir.

Menurut data Glassnode, pendapatan mingguan penambang turun dari Rp500 miliar pada awal Mei, menjadi Rp380 miliar pada awal Juni.

Pendapatan penambang BTC. (sumber: Glassnode)