Pemilu Paruh Waktu AS: Elon Musk Ajak Pengikutnya Pilih Partai Republik

Share :

Portalkripto.com — Pemilik tunggal Twitter, Elon Musk, merayu para pengikutnya yang memiliki hak pilih dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat dan belum menentukan siapa “jagoannya” untuk memilih kontestan dari partai Republik.

Hal itu ia sampaikan melalui cuitannya kepada 114 juta pengikutnya pada malam sebelum pemilihan.

“Hardcore Democrats or Republicans never vote for the other side, so independent voters are the ones who actually decide who’s in charge,” katanya.

Sebelum pemilihan, dominasi Partai Demokrat baik di senat dan DPR unggul tipis.

Diberitakan sebelumnya di portalkripto, AS menggelar pemilu paruh waktu pada 8 November 2022 untuk memilih gubernur, anggota dewan perwakilan rakyat, dan senat.

Menurut perhitungan waktu sementara hingga Rabu, 9 November 2022, Republik menang di 11 negara bagian dan Demokrat lima negara bagian. Sementara jumlah negara bagian keseluruhan berjumlah 50.

Musk Berpaling dari Demokrat

Musk sebenarnya adalah pendukung Demokrat. Namun karena perkataan Presiden AS Joe Biden yang mengatakan Twitter, sejak dikuasai Musk, adalah penyebar kebohongan membuat bos Tesla tersebut pindah ke Republik.

Bos Tesla ini tidak menyanggah penilaiain tersebut, namun menurutnya ada yang faktor yang lebih penting mengapa dia berpaling dari Demokrat.

Dia mengatakan saat ini Demokrat dipenuhi dengan perpecahan dan kebencian. Dengan keadaan seperti itu dia menyatakan tidak dapat lagi mendukung mereka dan memutuskan untuk pindah ke Republik.

Keputusan politik Musk ini juga dipengaruhi oleh kedekatannya dengan calon Ketua DPR Kevin McCarthy. Sedangkan agenda utamnaya adalah mendukung pencalonan Gubernur Florida Ron DeSantis untuk maju dalam pemilihan presiden 2024.

Pemilu AS Penting bagi Industri Kripto

Pemilu paruh waktu kali sangat penting bagi industri kripto.

Menurut Bloomberg, industri kripto sangat berharap tahun 2022 ini menjadi moment yang tepat bagi pembuat kebijakan untuk membuat regulasi yang mengatur aset digital.

Harapan ini sempat melambung tinggi karena lembaga legistlatif mulai menggulirkan pembahasan regulasi soal kripto ini. Namun dalam prosesnya, justru perbedaan pendapat tajam antara anggota parlemen dengan pengusung kripto yang lebih mengemuka. Ditambah dengan kendala waktu, harapan untuk mendapatkan regulasi yang jelas nyaris pupus.

Para pengamat politik dan kebijakan di AS percaya perbedaan pendapat tersebut tidak akan berujung hingga tahun-tahun mendatang, kecuali rancangan undang-undang yang diusulkan ke pemerintah disetujui untuk dibahas. Oleh sebab itulah mengapa pemilihan paruh waktu ini sangat penting bagi komunitas kripto.

Menurut jajak pendapat Global Strategy Group pada awal bulan ini, komunitas kripto berjumlah 44% dari pemilih di seluruh AS.

Sejumlah prediksi terkini menyebutkan Partai Republik akan mengambil alih kekuasaan di dewan perwakilan rakyat dan senat. Hal ini menjadi keuntungan bagi komunitas kripto karena Republik mengusung dua kontestan yang merupakan pendukung kuat kripto seperti Cynthia Lummis dan Tom Emmer.

Lummis adalah senator Republik berusia 66 tahun yang merupakan arsitek dari rancangan undang-undang yang menjanjikan untuk mengakhiri kebingungan tentang aset kripto sebagai komoditas dan sekuritas. Dia juga yang menciptakan kerangka peraturan untuk semua aset digital.

Bila Republik berhasil menguasai kongres maka mereka bisa memberikan tekanan kepada lembaga pemerintah yang selama ini “seakan-akan” menghambat pertumbuhan kripto atau menghasilkan regulasi yang tidak jelas seperti Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).