Pemerintah dan Pelaku Industri Bahas Masa Depan Teknologi Blockchain di Bali

Share :

Portalkripto.com — Nilai transaski kripto di Indonesia telah meningkat lebih dari 10 kali lipat periode 2020 hingga 2021. Data Kementerian Perdagangan mencatat nilai transaksi aset kripto meningkat dari Rp64,9 triliun di tahun 2020 menjadi Rp859,4 triliun pada tahun 2021.

Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Jerry Sambuaga, mengatakan di Indonesia, aset kripto dianggap sebagai alat investasi yang diklasifikasikan sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di Bursa Berjangka Komoditi. Ada berbagai manfaat untuk mendongkrak industri kripto, seperti meningkatkan investasi dalam negeri dan mencegah arus keluar modal, serta akan memberikan perlindungan bagi konsumen dan menciptakan kepastian bisnis.

“Ke depan, kami berharap dapat menjual dan memperdagangkan aset kripto sebagai komoditas dasar serta produk investasi,” jelasnya.

Masifnya adopsi kripto ini tak terlepas dari penetrasi teknologi blockchain ke dalam sektor industi dan jasa di Indonesia.

Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif menyatakan berbagai produk yang memanfaatkan teknologi, seperti aset kripto, NFT, dan Metaverse, mendapat perhatian luar biasa dari masyarakat sebagai instrumen investasi.

Kemenpar Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan blockchain harus menjadi peluang yang tidak hanya dinikmati oleh ekonomi kelas menengah ke atas tetapi juga harus memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat akar rumput, khususnya para pelaku bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Dia juga menambahkan pihaknya sedang mengejar target yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam target Transformasi Digital yang telah ditetapkan, yaitu menciptakan 9 Juta Digital Talent pada tahun 2035 dan onboarding 30 Juta UMKM pada tahun 2024.

Potensi Besar Teknologi Blockchain di Indonesia

Pertumbuhan yang signifikan itu perlu dimbangi dengan diskursus soal blockcahin dan kripto yang memadai. Hal inilah yang menjadi dasar bagi Blackarrow Conferences untuk menggelar Konferensi Blockbali 2022 pada tanggal 25 November.

Konferensi yang digelar untuk kelima kali ini akan menghubungkan pelaku industri blockchain global dengan pemerintah Indonesia serta pemimpin bisnis. Konferensi Blockbali akan membahas peluang dalam blockchain & aset kripto di Indonesia dan meletakkan dasar bagi Indonesia untuk menjadi pasar blockchain terbesar di ASEAN.

Sejumlah isu penting yang akan dibahas antara lain perkembangan regulasi yang mengatur soal kripto di Indonesia, adopsi bitcoin secara global, Metaverse dan NFT Gaming, serta penggunaan Blockchain untuk membangun data ekonomi yang tepercaya.

Konferensi akan diisi oleh pembicara yang merupakan pakar di bidangnya seperti Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Tirta Karma Senjaya, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam, Pendiri NOBI Lawrence Samantha, dan founder & CEO Expand My Business Nishant Behl. Untuk melihat pembicara lainnya dapat di klik disini.

Sementara sebagai keynote speaker adalah Wamendag Jerry Sambuaga, Menparekref Sandiaga Uno, Founder dan President Indodax Oscar Darmawan, dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mohammad Rudy Salahuddin.

Dalam sambutan pre-event, Oscar mengatakan legalisasi aset kripto di Indonesia adalah perjalanan panjang dan belum sepenuhnya tercapai.

“Oleh karena itu dibutuhkan seluruh ekosistem untuk mendukung gerakan ini agar membawa manfaat bagi seluruh industri. Saya yakin Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan blockchain di Asia,” katanya.

Senada, Sandiaga Uno berharap BlockBali 2022 dapat menjadi salah satu media yang membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengawasi perkembangan blockchain.

“Kita harus bersama-sama mendukung berbagai hal yang dapat menjadikan Bali sebagai tempat kerja para digital nomaden,” jelasnya.