Pembayaran Gaji dalam Aset Kripto Meningkat 3 Kali Lipat

Share :

Ringkasan Berita

  • Pembayaran Gaji Kripto Meningkat: Jumlah profesional yang dibayar dalam aset digital naik tiga kali lipat menjadi 9,6% dalam setahun terakhir.
  • USDC Kuasai Sistem Payroll: Stablecoin USDC menyumbang 63% dari pembayaran gaji kripto, jauh mengungguli USDT karena dukungan dari penyedia payroll besar.
  • Vesting Token Kini Lebih Lama: Sebanyak 88% skema kompensasi berbasis token kini memiliki masa vesting empat tahun, naik dari 64% tahun sebelumnya.
  • Gelar Tak Selalu Menjamin Gaji Tinggi: Pemilik gelar sarjana justru mencatat rata-rata gaji lebih tinggi dibanding master atau doktor, menandakan pengalaman lebih dihargai.

 

Jumlah profesional di industri kripto yang menerima gaji dalam bentuk aset digital meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir. Berdasarkan laporan dari perusahaan modal ventura Pantera Capital, kini sekitar 9,6% tenaga kerja kripto dibayar menggunakan stablecoin.

Laporan ini didasarkan pada lebih dari 1.600 responden dari 77 negara. Hasilnya menunjukkan adanya pergeseran menuju sistem penggajian berbasis blockchain serta meningkatnya kepercayaan institusional terhadap aset yang didukung dolar AS, seperti USDC Coin (USDC) dan USD Tether (USDT).

Dalam laporam tersebut ditulis, bahwa tahun lalu, hanya 3% responden yang menerima gaji dalam kripto, namun tahun ini melonjak menjadi 9,6%. Stablecoin menjadi metode pembayaran paling dominan, dengan USDC (63%) dan USDT (28,6%) sebagai pilihan utama.

Menariknya, meski USDT memiliki volume perdagangan tertinggi secara global, USDC lebih banyak dipilih karena lebih kompatibel dengan penyedia payroll seperti Deel, Remote, dan Rippling.

Source: Pantera Capital Report

USDC Dominasi Gaji Kripto Global

Meskipun USDT merupakan stablecoin dengan volume perdagangan terbesar di dunia, USDC dari Circle justru mendominasi sistem penggajian kripto, menyumbang 63% dari total pembayaran.

Sebaliknya, USDT tidak banyak digunakan untuk payroll karena tidak didukung oleh penyedia layanan penggajian besar seperti Deel, Remote, dan Rippling.

Source: Pantera Capital Report

Kedua stablecoin itu secara kolektif mencakup lebih dari 90% pembayaran gaji dalam kripto. Berdasarkan data dari DeFiLlama, kapitalisasi pasar seluruh stablecoin saat ini mencapai $268,6 miliar.

Kompensasi Berbasis Token Lebih Terstruktur

Pantera Capital juga mencatat bahwa sistem kompensasi berbasis token kini makin diarahkan pada komitmen jangka panjang. Sebanyak 88% skema vesting kini ditetapkan selama empat tahun, naik signifikan dari 64% pada tahun sebelumnya.

Menariknya, dalam industri blockchain, pengalaman praktis dan keahlian teknis lebih dihargai dibanding gelar akademik. Rata-rata gaji profesional dengan gelar sarjana mencapai $286.039, jauh lebih tinggi dibandingkan pemilik gelar master ($214.359) atau doktor ($226.858).

BACA JUGA: Pergerakan Bitcoin Makin Stabil, Tapi Risiko Koreksi Masih Mengintai

Gelar MBA Tak Menjamin Gaji Lebih Tinggi

Salah satu temuan dari survei tersebut yang mengejutkan adalah bahwa gelar lanjutan, termasuk MBA, tidak berbanding lurus dengan peningkatan gaji di industri Web3. Median gaji lulusan S1 adalah $150.000, sementara lulusan S2 hanya $148.500.

Bahkan, lulusan doktoral hanya mencatat median $200.000, dengan jumlah responden yang jauh lebih kecil.

Ini menandakan bahwa di sektor kripto, pengalaman dan kemampuan teknis jauh lebih bernilai dibandingkan kredensial akademik.

Selain itu profesi teknik mencatat kenaikan gaji terbesar, terutama pada level junior dan menengah. Gaji engineer junior melonjak 25,6% menjadi $148.021, sedangkan level menengah naik 14,5% menjadi $176.000. Senior engineer mengalami kenaikan lebih moderat sebesar 4,9% menjadi $202.500.

Kenaikan ini mencerminkan permintaan tinggi terhadap talenta teknis, terutama pada tahap awal karier.