Pasar Kripto Terpukul Usai Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran

Pasar Kripto Terpukul Usai Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran
Share :

📉 Ringkasan Berita

  • Lebih dari $700 juta posisi kripto dilikuidasi, sebagian besar dari posisi long.
  • Ethereum turun 7,4% ke $2.260 dan mengalami likuidasi terbesar senilai $296 juta.
  • Serangan udara AS ke tiga fasilitas nuklir Iran picu ketegangan geopolitik global.
  • Prediksi pasar menunjukkan 70% pengguna percaya harga ETH akan turun di bawah $2.000 tahun ini.

Pasar kripto mengalami tekanan besar pada Minggu pagi, 22 Juni 2025, setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Fenomena ini memicu gelombang likuidasi posisi long senilai lebih dari $658 juta dalam 24 jam terakhir.

Menurut data dari CoinGlass, total likuidasi mencapai $701 juta, di mana sekitar $618,69 juta di antaranya berasal dari posisi long.

Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun menjadi $3,1 triliun, atau melemah 4,4% dalam satu hari. Harga Bitcoin pun sempat menyentuh level $98 ribu, titik terendah sejak 8 Mei 2025.

Total Liquidations Chart. Sumber: Coinglass

Namun, pada perdagangan Senin pagi WIB, 23 Juni 2025, Bitcoin nampak tengah recovery dengan kembali menyentuh level di atas $100 ribu. Kendati demikian, secara keseluruhan pasar masih berada di level kecemasan yang kuat.

bitcoin charts
BTC/USDT 1 Day. Sumber: Tradingview

Ethereum dan Cardano Paling Terpukul

Dari 20 aset kripto teratas, Ethereum menjadi yang paling terpukul dengan penurunan harga 7,4% ke level $2.260. Ethereum mencatat likuidasi tertinggi dalam 24 jam terakhir, mencapai $296 juta, dengan $269 juta berasal dari posisi long. Selain ETH, Cardano (ADA) pun turun 7,1%.

Prediksi Harga Ethereum Semakin Suram

Di platform prediksi terdesentralisasi Myriad, sentimen pasar terhadap Ethereum berubah drastis. Pasar prediksi “Moon to $3000 or dip to $2000” kini menunjukkan bahwa lebih dari 70% pengguna percaya harga ETH akan jatuh di bawah $2.000 sebelum akhir tahun.

AS Serang Fasilitas Nuklir Iran

Melalui unggahan di Truth Social, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah melakukan serangan “sangat sukses” terhadap tiga situs nuklir utama Iran. “Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah dihancurkan sepenuhnya,” ujar Trump dalam pernyataan lanjutan.

Menurut pejabat Pentagon yang dikutip CBS News, serangan ini mencakup:

  • Pemboman oleh pesawat B-2 ke fasilitas Fordo,
  • Serangan misil Tomahawk dari kapal selam ke lokasi di Natanz dan Isfahan.

Pejabat Israel menyatakan bahwa serangan ini dilakukan dalam koordinasi penuh dengan AS.

Ancaman Retaliasi dan Ketegangan Memuncak

Trump memperingatkan bahwa, “SETIAP PEMBALASAN OLEH IRAN TERHADAP AMERIKA SERIKAT AKAN DIBALAS DENGAN KEKUATAN JAUH LEBIH BESAR DARI YANG TERJADI MALAM INI.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran menyimpan semua opsi untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan memperingatkan adanya “konsekuensi abadi.”

Prediksi Geopolitik: Hormuz dan Potensi Perang

Di platform prediksi Polymarket:

  • Peluang Iran menutup Selat Hormuz sebelum Juli naik ke 46%, dari sebelumnya hanya 9%.
  • Kemungkinan penutupan hingga akhir tahun meningkat menjadi 57%, dari 31% sehari sebelumnya.

Namun, peluang bahwa AS secara resmi menyatakan perang terhadap Iran sebelum Juli tetap rendah, hanya sekitar 2%.