- Investor ritel memantau pasar kripto untuk mencari tanda harga telah mencapai bottom.
- Istilah “capitulation” menjadi topik populer di media sosial kripto, menurut data Santiment.
- Santiment menilai capitulation bisa saja sudah terjadi tanpa disadari pelaku pasar.
- Sejumlah analis menilai penurunan Bitcoin belum tentu merupakan bottom siklus.
Investor ritel tengah mencermati pergerakan pasar kripto untuk mencari tanda-tanda apakah harga telah mencapai titik terendah (bottom), sebagai acuan waktu yang tepat untuk kembali menambah aset kripto.
“Trader ritel mencoba melakukan meta-analisis terhadap pasar, mencari tanda-tanda bahwa pelaku lain mulai menyerah untuk menentukan waktu masuk mereka sendiri, yang sering kali terjadi di dekat fase bottom,” tulis Santiment dalam laporannya pada Sabtu.
Santiment mengaitkan fenomena ini dengan istilah “capitulation”, yang kini menjadi salah satu kata paling sering dibicarakan di media sosial kripto, berdasarkan data internal platform tersebut.
Istilah capitulation merujuk pada kondisi ketika investor menjual aset mereka secara masif karena ketakutan pasar tidak akan pulih. Situasi ini kerap dipantau analis sebagai salah satu indikasi bahwa pasar mendekati titik terendah.
Capitulation Bisa Jadi Sudah Terjadi
Santiment menilai bahwa proses capitulation mungkin sudah terjadi. Menurut mereka, jika terlalu banyak pelaku pasar menunggu konfirmasi capitulation yang “jelas”, justru ada kemungkinan bahwa titik terendah telah terlewati tanpa disadari.
“Jika semua orang menunggu capitulation, besar kemungkinan bottom sudah terjadi saat mereka masih menunggu sinyal yang lebih meyakinkan,” ujar Santiment.
Data Google Trends turut menguatkan fenomena ini. Pencarian kata kunci “crypto capitulation” melonjak tajam dari skor 11 menjadi 58 dalam periode pekan yang berakhir pada 1 hingga 8 Februari.
BACA JUGA: Sentimen Market Crypto Anjlok ke Titik Terendah, Pasar Alami Ketakutan Extreme
Meski demikian, investor kripto umumnya tetap berhati-hati dalam menyimpulkan bahwa pasar telah menyentuh bottom. Sejarah menunjukkan harga masih bisa terus turun meski mayoritas pelaku pasar merasa fase terburuk telah berlalu.
Analis pasar Caleb Franzen menyoroti di platform X bahwa meskipun capitulation menjadi “kata kunci pekan ini”, banyak investor lupa bahwa pasar bearish biasanya mengalami lebih dari satu fase capitulation.
Kondisi ini terjadi seiring harga Bitcoin (BTC) yang sempat turun hingga US$60.000 pada Kamis, level terendah sejak Oktober 2024, di tengah tren penurunan yang masih berlanjut.
Analis Ragukan Ini Sebagai Bottom Siklus
Sejumlah analis juga meragukan bahwa penurunan terbaru merupakan titik terendah siklus. Analis kripto Ted menyebut bahwa aksi jual tajam baru-baru ini memang terlihat seperti capitulation, namun belum tentu merupakan bottom siklus.
Pendapat serupa disampaikan oleh analis CryptoGoos, yang menyatakan bahwa pasar belum menunjukkan tanda capitulation Bitcoin yang benar-benar ekstrem.
Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin tercatat turun 24,27% dan diperdagangkan di kisaran US$68.970, menurut data CoinMarketCap.
Sementara itu, Crypto Fear & Greed Index kembali terperosok lebih dalam ke zona “Extreme Fear” pada Minggu, dengan skor 7, mencerminkan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi di kalangan investor.


