Portalkripto.com — Kepala pelatih di Blockchain Academy International di Australia, Huxley Peckham, mendorong pendidikan Web3 untuk bisa diperkenalkan di kurikulum sekolah. Dengan demikian, siswa bisa mempersiapkan diri untuk menyambut dunia yang diperkirakan akan didominasi oleh teknologi blockchain.
Ia mengatakan, saat ini sudah ada 60 industri berbeda yang memanfaatkan teknologi blockchain. “Hanya ada sedikit orang yang memenuhi kualifikasi, padahal permintaan untuk orang-orang seperti ini cukup besar,” ujar Peckham kepada Cointelegraph.
Peckcham percaya pendidikan blockchain sangat penting. Menurutnya, mereka yang mengetahui bagaimana menggunakan teknologi akan benar-benar memiliki karier yang cemerlang.
Co-Director RMIT University Blockchain Innovation Hub, Chris Berg, menambahkan, siswa saat ini harus memiliki gambaran bagaimana perekonomian di masa depan. Perekonomian, menurut dia, akan sangat cepat berubah dan hal itu berkaitan dengan kripto dan blockchain.
“Siswa kelas 12 harus sudah mengerti perubahan alami perekonomian dampak dari teknologi, salah satunya blockchain,” ujarnya.
Blockchain Academy International menjadi fasilitas pendidikan blockchain pertama yang memiliki izin resmi di Australia. Warga Australia dapat mengambil kursus blockchain tanpa harus melakukan pembayaran di muka.
“Akademi ini sejalan dengan sebuah sekolah di Brisbane yang menawarkan program diploma jurusan blockchain terapan bagi kelas 11 dan 12 pada 2023,” ujar pendiri Blockchain Academy International, Tim Bowman.
Survei terbaru yang dirilis exchange kripto Australia, Swyftx, mengungkapkan, akan ada 1 juta pengguna kripto tambahan di negara itu dalam 12 bulan ke depan. Dengan demikian, total pemegang kripto di Australia bisa mencapai 5 juta orang.


