Portalkripto.com — Exchange kripto terbesar di dunia, Binance, mengalami gelombang penarikan besar-besaran dalam sepekan terakhir. Hal ini diduga masih dipicu oleh kembali dibukanya kasus dugaan pelanggaran Binance terhadap regulasi anti-pencucian uang oleh Kementerian Kehakiman AS.
Menurut data dari platform analitik blockchain Nansen, Binance mencatat total penarikan sebesar $3,66 miliar atau sekitar Rp57 triliun dari 7 hingga 13 Desember. Jumlah penarikan tersebut merupakan yang terbesar sejak Juni lalu.
Dalam sepekan ini, kripto senilai $8,78 miliar telah ditarik dari platform. Sementara jumlah kripto yang masuk senilai $5,1 miliar. Dengan demikian, netflow Binance dalam sepekan mencapai $3,66 miliar.
Binance Netflow 7D ($) -3,660,311,347
8,783,380,428 – Outflow
5,123,069,081 – InflowExchange Flows dashboard ⤵️https://t.co/CYrBQLryQ0 pic.twitter.com/vV6vcqoWKK
— Nansen 🧭 (@nansen_ai) December 13, 2022
Namun, karena data tersebut hanya menghitung pergerakan Ethereum dan ERC-20, diduga penarikan kripto di Binance jauh lebih besar dari data Nansen ini.
Perusahaan investasi Web3, Jump Crypto, menjadi salah satu entitas yang melakukan penarikan cukup besar dari Binance. Jump menarik ETH sebesar $18,4 juta pekan ini dan menarik ETH sebesar $123,4 juta pekan lalu.
Sebagai perbandingan, Binance US hanya mencatat net outflow $38,7 juta di periode yang sama. Sedangkan Coinbase mencatatkan outflow $574 juta dari exchange utamanya dan $248 dari layanan Coinbase Custody.
Menurut pelacak portofolio Nansen, total portofolio Binance telah anjlok $3,6 miliar hanya dalam delapan jam terakhir. Namun, meski mengalami penarikan besar-besaran, Binance dilaporkan masih memegang aset sebesar $58,9 miliar, yang mayoritas dalam bentuk stablecoin BUSD, USDT, Bitcoin, dan Ethereum.
Respons CZ
Menanggapi tingginya outflow, CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) mengatakan hal itu hanya dinamika bisnis biasa. Menurutnya, Binance sudah pernah mengalami hal-hal seperti ini yang berfungsi untuk menguji bahwa exchange terjamin solvent.
“Saya benar-benar berpikir, tampaknya ide yang bagus untuk melakukan tes penarikan pada setiap CEX (centralized exchange) secara bergiliran,” ujar CZ di Twitter.
We saw some withdrawals today (net $1.14b ish). We have seen this before. Some days we have net withdrawals; some days we have net deposits. Business as usual for us.
I actually think it is a good idea to “stress test withdrawals” on each CEX on a rotating basis. 💪
— CZ 🔶 Binance (@cz_binance) December 13, 2022
Pada Selasa, 13 Desember 2022, CZ mengumumkan bahwa penarikan USDC di Binance US dihentikan sementara karena exchange tidak bisa mengonversi dana mengingat bank New York masih tutup. Saat ini layanan penarikan sudah kembali dibuka.
Menurut data CoinMarketCap, token asli Binance, BNB, sudah turun 6% dalam sepekan terakhir. BNB saat ini tergeser oleh USDC ke posisi kelima kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.


