Portalkripto.com — Exchange kripto Gemini mencatat outflow yang cukup tinggi selama sepekan terakhir. Penarikan aset besar-besaran ini terjadi setelah exchange FTX menyatakan bangkrut.
Menurut data platform intelijen blockchain Nansen, dalam 24 jam terakhir outflow dari Gemini mencapai $485 juta atau sekitar Rp7,6 triliun. Sementara inflow ke exchange tersebut hanya mencapai $78 juta (Rp1,2 triliun).
Jumlah ini merupakan yang terbesar di antara exchange kripto lainnya. Dalam sepekan terakhir, outflow dari Gemini mencapai $682 juta atau setara dengan Rp10 triliun.

Menurut platform data blockchain Arkham Intelligence, neraca aset digital di wallet Gemini anjlok dari $2,2 miliar menjadi $1,7 miliar dalam satu hari. Data Arkham dan Nansen tidak mencakup data dari blockchain Bitcoin dan mungkin tidak menyertakan semua wallet Gemini dalam laporannya.

Penarikan besar-besaran ini terjadi setelah Gemini menangguhkan layanan penarikan dari program yield-generating Earn-nya pada Rabu, 16 November 2022.
Platform pemberi pinjaman kripto, Genesis Global Trading, yang mendukung program yield-generating Earn Gemini juga mengumumkan telah menangguhkan layanan penarikan dan pengajuan pinjaman dengan alasan gejolak pasar usai kejatuhan FTX.
Operasional Gemini semakin kacau setelah jaringannya down hari ini. Kekacauan ini dinilai memperburuk ketakutan investor terkait stabilitas platform.
Dalam pernyataan resminya di Twitter, 17 November 2022, Gemini memastikan seluruh dana pelanggan aman. Pelanggan juga diklaim bisa melakukan penarikan kapanpun.
Gemini exchange fully back online; all customer funds held on the Gemini exchange are held 1:1 and available for withdrawal at any time.
— Gemini (@Gemini) November 16, 2022
Centralized Exchange Terpojok
Centralized exchange (CEX) semakin tertekan setelah eks exchange terbesar kedua di dunia, FTX, runtuh bersama dengan puluhan perusahaan Sam Bankman-Fried lainnya, termasuk Alameda Research.
Investor yang khawatir langsung memindahkan dana mereka dari CEX ke solusi self-custody seperti decentralized exchange (DEX), hot wallet, dan cold wallet.
Data dari Nansen juga menunjukkan rata-rata exchange kripto besar seperti Binance, Coinbase, dan KuCoin mengalami outflow tinggi. Sejumlah platform yang lebih kecil seperti AAX, Liquid, dan Salt juga telah menghentikan layanan penarikan.
Untuk mengembalikan kepercayaan investor, CEX ramai-ramai mengungkap kepemilikan kripto mereka dalam data proof of reserve. Tak hanya itu, mereka juga didesak untuk melakukan audit secara menyeluruh.


