Portalkripto.com — OpenSea berhasil meraih pendapatan sekitar $144.5 juta atau Rp2 triliun dari biaya transaksi pengguna di sepanjang kuartal ketiga 2022.
Menurut Token Terminal di Twitter, OpenSea hanya mendapatkan 35% dari total pendapatan tersebut. Sementara 76% sisanya masuk ke kantong kreator nonfungible token (NFT).
Marketplace NFT itu diketahui memang hanya mengambil untung 2,5% dari biaya transaksi penjualan NFT. Sementara kreator bisa mengenakan biaya transaksi hingga 10%.
Mengingat OpenSea mengontrol 90% marketplace NFT, tren penjualan NFT selalu berkaca pada kinerja OpenSea secara keseluruhan.
Sepanjang tahun ini, volume penjualan NFT di OpenSea anjlok dari Rp79 triliun pada Januari lalu, menjadi Rp5 triliun pada September ini.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya bear market, menurunnya ketertarikan terhadap NFT, hingga situasi ekonomi makro yang membatasi likuiditas pasar.
Penurunan volume penjualan tentunya mempengaruhi pendapatan OpenSea dan mempengaruhi banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh pengguna.
Sementara itu, jumlah pengguna NFT hanya naik 0,5% menjadi 569.000 dalam sebulan. Dalam jaringan Solana, jumlah pengguna NFT naik 41% menjadi 155.000 (27% dari total pengguna), sementara di jaringan Ethereum jumlahnya justru turun 9,5% menjadi 393.000.
Meski kinerja pasar NFT sepanjang tahun ini memburuk, tampaknya masih ada celah untuk bangkit di kuartal keempat 2022. Volume perdagangan NFT Ethereum tercatat mencapai Rp152 miliar dalam 24 jam terakhir, dengan 18.895 transaksi. Ada kenaikan hingga 30% dari 24 jam sebelumnya.
Jaringan lain juga mencatatkan hal serupa. Dalam jaringan Solana, volume perdagangan NFT naik hingga 28%, sementara jaringan BNB Chain mencatat kenaikan 27%. Artinya, penjualan NFT Solana dalam 24 jam terakhir mencapai Rp32 miliar dan BNB Chain mencapai Rp1,8 miliar.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


