Portalkripto.com — Pasar kripto terus berkonsolidasi setelah kekacauan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini. Bitcoin masih diperdagangkan cukup rendah di kisaran $16.000.
Investor Bitcoin yang mengalami kerugian hingga miliaran dolar dampak dari insiden kehancuran exchange kripto FTX, ramai-ramai melakukan aksi jual. Investor secara resmi memasuki salah satu fase kapitulasi/jual terbesar dalam sejarah.
Dalam laporan Week On-Chain 28 November 2022 bertajuk ‘The Character of Capitulation’, platform data analitik Glassnode mengungkapkan, pada November 2022 terjadi aksi jual Bitcoin besar-besaran, yang tercatat sebagai yang terbesar keempat dalam sejarah.
Aksi jual Bitcoin terbesar yang tercatat dalam data on-chain di antaranya:
- Aksi jual pada November-Desember 2018 hingga 50%
- Aksi jual pada Maret 2020 saat pandemi Covid-19 dimulai
- Aksi jual pada Juni 2022 setelah kehancuran Terra/LUNA
- Aksi jual pada November 2022 setelah FTX ambruk
Menurut Glassnode, pada November 2022, kerugian terealisasi (realized loss) Bitcoin mencapai $10,16 miliar per pekan. Angka ini empat kali lipat lebih besar dari realized loss pada Desember 2018 dan dua kali lebih besar dari realized loss pada Maret 2020.

Sementara itu, secara kumulatif, sepanjang November 2022, Bitcoin yang hilang mencapai 521.000 BTC per pekan, yang juga terbesar keempat dalam sejarah.
Likuidasi Bitcoin terbesar terjadi saat insiden Terra/LUNA, dengan 821.000 BTC yang hilang per pekan. Sementara pada awal pandemi Covid-19 ada 784.000 BTC yang hilang per pekan dan pada bear market 2018 ada 692.000 BTC yang hilang per pekan.

Tren Akumulasi Meningkat
Laporan Glassnode juga membawa kabar baik yang didapat dari data on-chain. Aksi jual besar yang terjadi di momen kekacauan FTX ternyata diikuti dengan akumulasi Bitcoin yang kuat.
Perubahan perilaku dari ‘menjual Bitcoin’ menjadi ‘mengumpulkan Bitcoin’ ini ternyata juga terjadi di tiga fase kapitulasi sebelumnya. Fase tahun ini juga disebut serupa dengan fase bear market 2018.

Akumulasi Bitcoin secara agresif dilakukan oleh semua kelas investor, mulai dari investor besar (whale) hingga investor kecil (shrimp).
Di antara semua kelas investor Bitcoin, shrimp atau investor yang memegang kurang dari 1 BTC tercatat melakukan akumulasi terbesar. Dalam lima bulan terakhir, akumulasi Bitcoin oleh shrimp telah dua kali menyentuh all time high (ATH).
Sejak FTX ambruk, shrimp bahkan telah mengumpulkan 96.200 BTC. Shrimp saat ini telah memegang total 1,21 juta BTC.



