Portalkripto.com — Protokol pemberi pinjaman Moola Market di jaringan Celo menjadi sasaran peretasan dengan kerugian mencapai $10 juta atau sekitar Rp155 miliar. Insiden itu terjadi pada Selasa, 18 Oktober 2022 kemarin.
Peretas dilaporkan memanipulasi harga token Moola, MOO, untuk mengajukan pinjaman dalam jumlah besar ke platform tersebut.
“Peretas telah memanipulasi harga MOO di Ubeswap dan memanipulasi harga oracle MOO TWAP yang digunakan oleh protokol Moola,” ujar pengembang Moola Market, dikutip CoinDesk. Oracle adalah layanan pihak ketiga yang mengambil data dari luar blockchain untuk di masukkan ke dalam protokol.
Setelah itu, peretas mulai menguras cUSD dan cEUR dalam bentuk pinjaman di Moola Market. cUSD dan cEUR adalah dua stablecoin di jaringan Celo yang berpasak dengan dolar AS dan Euro.
Pelaku juga mengambil token CELO dari platform tersebut dengan menggunakan token MOO sebagai jaminan.
“Kami sedang menginvestigasi insiden yang terjadi di Moola Market. Semua aktivitas di Moola ditangguhkan sementara. Mohon jangan melakukan perdagangan mToken,” tulis Moola Market di Twitter.
Pengembang mengatakan, mereka telah menghubungi penegak hukum sesaat setelah mengidentifikasi adanya peretasan. Tak lama kemudian, seorang peretas menghubungi tim Moola.
Peretas ini mengklaim memiliki private key yang terkait dengan dana yang dicuri. Akhirnya setelah digelar negoisasi, pelaku mengembalikan 93% dana yang dicuri, tepat 12 jam setelah peretasan.
Eksploitasi terhadap Moola Market ini menambah daftar panjang peretasan besar yang terjadi pada Oktober ini. Platform data analitik blockchain Chainalysis mengungkapkan, Oktober telah menjadi bulan dengan angka peretasan kripto terbesar sepanjang sejarah.


