Meta Facebook PHK Massal 11.000 Pegawai

Share :

Portalkripto.com — Perusahaan induk Facebook, Meta, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 11.000 pegawainya. Jumlah tenaga kerja yang terdampak mencapai 13% dari total pegawai Meta.

Dalam sebuah surat internal, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan, ia bertanggung jawab penuh terhadap kebijakan pengurangan karyawan ini. Menurutnya, perusahaannya juga melanjutkan kebijakan penghentian sementara proses rekrutmen karyawan.

“Saya bersalah dan bertanggungjawab atas ini,” ujarnya, dikutip Cointelegraph.

Ia menjelaskan, keputusan ini merupakan dampak dari investasi berlebihan di sektor tertentu. Penurunan ekonomi makro, meningkatnya kompetisi, dan kerugian dari sektor iklan juga ikut mempengaruhi.

Pada 26 Oktober 2022, Meta mengungkapkan telah membukukan kerugian hingga $3,67 miliar dari divisi metaversenya, Reality Labs, di Q3 2022.

Di kuartal yang sama, perusahaan itu hanya mencatatkan laba $285 juta, atau terendah sepanjang sejarahnya. Hal ini membuat beberapa pihak mulai meragukan masa depan metaverse Meta.

Meski demikian, Meta bukan satu-satunya perusahaan teknologi raksasa yang melakukan PHK massal. Platform media sosial Twitter juga dilaporkan telah memecat 50% dari total 7.500 karyawannya.

Kebijakan Twitter itu dibuat setelah miliarder Elon Musk resmi mengambil alih perusahaan pada 4 November 2022. Mantan pegawai Twitter kemudian mengajukan gugatan class action terhadap Musk dan menuding CEO Tesla itu telah mengabaikan undang-undang tenaga kerja.

Twitter Pecat 3700 Pegawai

Pemilik tunggal Twitter, Elon Musk, memulai pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Twitter secara besar-besaran mulai Jumat, 4 November 2022, pagi waktu setempat. Hal itu diketahui setelah sejumlah karyawan mengirimkan email pemberitahuan PHK kepada media massa ternama di Amerika Serikat.

Diperkirakan jumlah karyawan yang akan diberhentikan sebanyak 3.700-an atau setengah dari jumlah keseluruhan.

Dalam email pemberitahuan, para karyawan yang di-PHK diminta untuk pulang dan tidak masuk mulai Jumat. Akses mereka ke sistem Twitter pun dinonaktifkan.

“Dalam upaya menempatkan Twitter di jalur yang sehat, kami akan melalui proses sulit untuk mengurangi tenaga kerja global kami. Kami menyadari bahwa ini akan berdampak pada sejumlah individu yang telah memberikan kontribusi berharga ke Twitter, tetapi tindakan diperlukan untuk memastikan kesuksesan perusahaan di masa depan,” jelas Twitter dalam emailnya.

Langkah PHK massal ini dilakukan seminggu setelah Musk menyelesaikan pembelian Twitter senilai $44 miliar pada 27 Oktober. Pada saat itu juga dia memecat sembilan direksi Twitter, di antaranya CEO Parag Agrawal, CFO Ned Segal, Penasihat Umum Sean Edgett, dan Kepala bagian legal Vijaya Gadde.